Kompas.com - 21/07/2015, 20:40 WIB
EditorErvan Hardoko
BERLIN, KOMPAS.com - 20 Juli 1944, merupakan salah satu hari yang akan terus tercatat dalam sejarah Jerman. Tepat 71 tahun lalu, sejumlahh perwira angkatan darat Jerman, mencoba melakukan pembunuhan terhadap pemimpin Nazi, Adolf Hitler.

Pelaksana percobaan pembunuhan Hitler itu adalah Letnan Kolonel Claus von Stauffenberg yang sudah setidaknya empat kali merancang upaya pembunhuan terhadap Hitler.

Menurut rencana pembunuhan yang dinamai Operasi Valkyrie itu, Stauffenberg akan membunuh sang Fuhrer di markasnya yang disebut Sarang Serigala di Rastenburg, Prusia Timur, dengan menggunakan bom.

Tujuan upaya pembunuhan itu adalah untuk mengambil alih kendali politik Jerman yang mulai tersudut di berbagai medan perang Eropa dari tangan Partai Nazi pimpinan Hitler.

Selanjutnya, setelah Hitler disingkirkan, para penguasa baru Jerman kemudian akan melakukan negosiasi perdamaian dengan Sekutu, sekaligus menunjukkan bahwa tak semua warga Jerman sepaham dengan Hitler dan Nazi.

Satu-satunya saksi mata kejadian tersebut dan kini masih hidup adalah Kurt Salterberg (92) yang pada saat itu bertugas menjadi penjaga di markas besar Hitler. Di hari percobaan pembunuhan, Kurt berdiri di luar ruang rapat tempat Hitler berkumpul dengan sejumlah petinggi Nazi membahas jalannya perang.

"Stauffenberg datang melewati pos jaga saya bersama Marsekal (Wilhelm) Keitel. Kami mendapat perintah untuk tidak memeriksa siapapun yang datang bersama Keitel," kenang Kurt.

Akibat tak diperiksa penjaga, Stauffenberg bisa masuk ke dalam ruang rapat dan menaruh koper berisi bahan peledak di bawah meja tempat Hitler dan para petinggi Nazi lainnya tengah membahas perkembangan perang.

Tak lama kemudian Stauffenberg keluar dari ruangan itu dan ledakan dahsyat terjadi. Kurt Salterberg, saat ledakan terjadi, berdiri pada jarak sekitar 30 meter dari ruangan tersebut.

"Satu orang terlempar ke luar ruangan melewati jendela. Suasananya sangat kacau dan semua orang mencari Fuhrer," kata Kurt.

Ledakan itu menewaskan empat orang yang berada dalam ruang rapat itu. Sekitar 10 menit setelah ledakan terjadi Hitler muncul dengan darah di lengan dan wajahnya namun dia selamat.

Upaya pembunuhan yang gagal ini kemudian berbuntut panjang. Hitler kemudian memerintahkan penangkapan sekitar 7.000 orang yang diduga terlibat dalam konspirasi itu. Dari seluruh tersangka yang ditangkap sebanyak 4.980 orang dieksekusi, termasuk Stauffenberg yang ditembak mati pada 21 Juli 1944.

Sejumlah perwira tinggi yang terlibat atau mengetahui plot yang gagal ini antara lain Jenderal Ludwig Beck, Field Marshal Erwin von Witzleben hingga Field Marshal Erwin Rommel.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.