Kompas.com - 14/04/2015, 08:47 WIB
Volkan Bozkir, Menteri Turki untuk Urusan Uni Eropa menolak pernyataan genosida oleh Paus Fransiskus VOAVolkan Bozkir, Menteri Turki untuk Urusan Uni Eropa menolak pernyataan genosida oleh Paus Fransiskus
EditorEgidius Patnistik
ANKARA, KOMPAS.com — Turki, Senin (13/4/2015), melontarkan serangan baru terhadap Paus Fransiskus yang sebelumnya pada Minggu mengatakan bahwa pembunuhan massal terhadap orang-orang Armenia yang dilakukan oleh Kekaisaran Turki Usmaniyah satu abad lalu adalah genosida.

Volkan Bozkir, Menteri Turki untuk Urusan Uni Eropa, mengatakan, “Pernyataan (genosida) ini sangat kontroversial dan tidak didasarkan pada dokumen sejarah mana pun. Turki tidak bisa menerima pernyataan itu dan menganggapnya tidak benar."

Turki hari Minggu menarik duta besarnya untuk Vatikan setelah Paus Fransiskus menggambarkan pembantaian tahun 1915 terhadap hampir 1,5 juta orang Armenia sebagai “genosida pertama dalam abad ke 20”.

Paus Fransiskus mengatakan menutup-nutupi atau menyangkal perbuatan jahat adalah seperti ibarat membiarkan luka terus mengucurkan darah tanpa merawatnya.

Turki telah mengakui bahwa orang-orang Armenia yang beragama Kristen tewas dalam bentrokan dengan penguasa Turki Usmaniyah, tetapi dengan marah menyangkal bahwa pembantaian itu bisa disebut sebagai genosida.

Turki mengatakan, jumlah yang tewas telah dibesar-besarkan dan mereka yang tewas adalah korban perang saudara dan kekacauan.

Uni Eropa hari Senin mendesak Turki dan negara tetangganya Armenia untuk memulihkan hubungan setelah kontroversi mengenai komentar Paus tersebut yang disampaikan dalam misa di Basilika Santo Petrus di Roma.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Turki dan Armenia menandatangani perjanjian tahun 2009 untuk membuka perbatasan mereka dan menjalin hubungan diplomatik, tetapi perjanjian itu belum dilaksanakan. Parlemen Eropa mengenang 100 tahun pembantaian itu hari Rabu di Brussels, Belgia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.