Kompas.com - 25/02/2015, 22:38 WIB
EditorErvan Hardoko
MOSUL, KOMPAS.com — Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) meledakkan perpustakaan umum Mosul, Irak, yang menyebabkan sekitar 10.000 buku dan 700 manuskrip langka hancur dimakan api.

Para tokoh masyarakat Mosul dikabarkan mencoba menghentikan rencana peledakan perpustakaan itu, tetapi gagal. Ghanim al-Ta'an, Direktur Perpustakaan Mosul, mengatakan bahwa ISIS menggunakan bom rakitan dalam insiden yang terjadi pada Minggu (22/2/2015) itu.

"ISIS meledakkan perpustakaan umum Mosul. Mereka menggunakan bom rakitan," kata Ghanim kepada situs berita Geran.

Aksi brutal itu diperkirakan turut menghancurkan koleksi surat kabar Irak sejak awal abad ke-20. Berbagai jenis peta dan buku dari masa Kekaisaran Ottoman juga dipastikan musnah.

ISIS kali pertama menyerang perpustakaan umum Mosul pada Januari. Warga setempat mengatakan, mereka menghancurkan kunci yang melindungi tempat penyimpanan buku dengan jumlah terbesar di wilayah utara Irak.

Dari tempat itu, ISIS mengangkut lebih dari 2.000 buku, termasuk cerita anak-anak, puisi, filsafat, serta ribuan buku bertema olahraga, kesehatan, budaya, dan ilmu pengetahuan, dengan menggunakan enam truk. ISIS hanya meninggalkan buku-buku bertemakan Islam.

"Buku-buku ini menganjurkan manusia untuk mengabaikan Allah. Jadi, buku-buku ini akan dibakar," ujar seorang warga Mosul menirukan kata-kata seorang anggota ISIS.

Tak hanya buku yang dihancurkan ISIS. Sejak kelompok ini menguasai wilayah utara Irak, mereka telah menghancurkan banyak relik arkeologi, termasuk sejumlah bangunan peninggalan budaya Islam pada masa lalu.

Seorang profesor sejarah dari Universitas Mosul yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, ISIS pada Desember juga menghancurkan koleksi buku dari berbagai perpustakaan.

Perpustakaan Muslim Sunni, perpustakaan Gereja Latin yang berusia 265 tahun, sebuah biara Ordo Dominican, dan perpustakaan Museum Mosul dengan koleksi berusia hingga 5.000 SM juga dirusak ISIS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.