Obama: Sandera AS yang Ditahan ISIS Tewas

Kompas.com - 11/02/2015, 09:44 WIB
Kayla Mueller diculik ISIS saat bekerja di Aleppo, Suriah, pada 2013. BBCKayla Mueller diculik ISIS saat bekerja di Aleppo, Suriah, pada 2013.
EditorEgidius Patnistik
WASHINGTON, KOMPAS.com — Presiden Barack Obama membenarkan bahwa pekerja bantuan dari Amerika Serikat, Kayla Mueller, yang disandera kelompok yang menamakan diri Negara Islam selama 18 bulan, telah meninggal.

Presiden Obama mengatakan, Amerika akan membawa ke pengadilan orang atau kelompok yang membunuh Mueller.

Kelompok Negara Islam yang dulu dikenal dengan ISIS pada Jumat (6/2/2015) pekan lalu mengatakan bahwa Mueller tewas akibat serangan udara yang dilancarkan Jordania. Namun, para pejabat Amerika mengatakan bahwa tidak ada bukti kuat yang mendukung pernyataan tersebut.

Juru bicara Gedung Putih, Josh Ernest, mengatakan, terlepas bagaimana Mueller meninggal dunia, kelompok Negara Islam harus bertanggung jawab.


"Mereka (ISIS) bertanggung jawab atas keselamatan Mueller dan karenanya mereka bertanggung jawab atas kematiannya," kata Earnest.

Ernest juga mengatakan, setidaknya seorang warga Amerika menjadi sandera di Timur Tengah, tetapi ia menolak mengeluarkan rincian.

Seorang pejabat intelijen Amerika kepada kantor berita Associated Press mengatakan bahwa Mueller tidak tewas dalam serangan udara Jordania.

Mueller, yang berusia 26 tahun, diculik saat melakukan kegiatan kemanusiaan di Aleppo, Suriah, pada 2013.

Menteri Luar Negeri John Kerry mengatakan, Amerika "tidak akan goyah" dalam upaya menumpas Negara Islam, kelompok yang ia sebut "pelecehan besar-besaran terhadap dunia yang beradab".

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X