Korban Tewas Kecelakaan TransAsia Menjadi 22 Orang - Kompas.com

Korban Tewas Kecelakaan TransAsia Menjadi 22 Orang

Kompas.com - 04/02/2015, 20:29 WIB
SAM YEH / AFP Tim penyelamat terus berusaha mencari korban kecelakaan pesawat TransAsia Airways yang jatuh ke sungai Taipei, Taiwan, Rabu (4/2/2015).
TAIPEI, KOMPAS.com — Korban tewas kecelakaan pesawat terbang milik maskapai TransAsia Airways yang jatuh ke sebuah sungai sejauh ini telah mencapai 22 orang.

Dalam sebuah rekaman audio yang ditayangkan televisi lokal yang diduga merupakan pesan terakhir pilot ke menara pengawas, pilot terdengar melaporkan telah terjadi kegagalan mesin.

"Mayday! Mayday! Flameout!" demikian isi rekaman yang diduga merupakan suara terakhir dari pilot pesawat naas itu.

"Flameout" merupakan istilah yang dipakai ketika sistem pembakaran di dalam mesin tidak menghasilkan api sehingga memicu kegagalan mesin. Namun, biasanya, pesawat terbang dengan mesin ganda masih bisa terbang hanya dengan mengandalkan satu mesin.

Sejumlah pejabat resmi penerbangan Taiwan menegaskan, mereka tidak merilis rekaman pembicaraan pilot dan menara pengawas kepada media. Mereka menduga, rekaman itu merupakan hasil pemantauan para pemilik radio komunikasi amatir.

Sebuah rekaman video amatir memperlihatkan pesawat jenis ATR 72-600 milik TransAsia itu menabrak sebuah jalan layang sebelum kemudian miring dan jatuh ke sebuah sungai.

"Saya melihat sebuah taksi, mungkin hanya beberapa meter di depan saya, tertabrak sayap pesawat itu. Pesawat itu sangat besar, dan sangat dekat dengan posisi saya. Saya masih gemetar mengingat peristiwa tadi," kata salah seorang saksi kepada stasiun televisi berita TVBS.

Sejauh ini, tim penyelamat sudah berhasil menemukan 15 jasad penumpang pesawat itu. Namun, mereka meyakini, setidaknya 22 orang dipastikan tewas dan 21 lainnya belum ditemukan.

Ini adalah kecelakaan serius kedua yang menimpa TransAsia hanya dalam hitungan beberapa bulan. Pada Juli tahun lalu, sebuah pesawat milik TransAsia jatuh saat terbang di tengah badai. Kecelakaan ini menewaskan 48 orang.

Maskapai TransAsia Airways berdiri pada 1951 untuk melayani rute domestik Taiwan. Dalam empat tahun terakhir, maskapai ini berkembang pesat seiring meningkatnya keuntungan setelah dibukanya rute ke daratan China.

Sejak 2011, maskapai ini melayani 26 rute internasional ke China, Jepang, Singapura, Korea Selatan, Kamboja, Thailand, dan Vietnam.

Pada Desember 2014, TransAsia meluncurkan maskapai penerbangan berbiaya rendah bernama V Air, yang melayani tiga rute internasional ke Thailand dan Kamboja, serta berencana membuka rute ke Jepang dan Asia Selatan pada 2015.


EditorErvan Hardoko
SumberAFP

Close Ads X