Pria Ini Dinyatakan Tak Bersalah Setelah 40 Tahun Dipenjara

Kompas.com - 25/01/2015, 10:02 WIB
Joseph Sledge (70) dinyatakan tak bersalah dalam sebuah kasus pembunuhan setelah 40 tahun mendekam dalam penjara. AP PhotoJoseph Sledge (70) dinyatakan tak bersalah dalam sebuah kasus pembunuhan setelah 40 tahun mendekam dalam penjara.
EditorErvan Hardoko
WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Seorang pria yang mendekam selama 40 tahun di penjara setelah divonis bersalah membunuh seorang ibu dan anaknya, dibebaskan dari penjara pada Jumat (23/1/2015), setelah ditemukan bukti baru yang membuktikan dirinya tak bersalah.

Sebuah panel beranggotakan tiga orang hakim membebaskan Joseph Sledge (70), setelah mendengarkan kesaksian seorang pakar DNA. Dia mengatakan dari semua bukti kasus itu termasuk rambut, sidik jari dan DNA bukan milik Sledge.

Seorang informan yang juga seorang tahanan, Herman Baker juga mengubah kesaksiannya. Dia mengatakan pemerintah menjanjikan keringanan hukuman dalam kasus obat terlarangjika dia memberikan kesaksian yang memberatkan Sledge.

"Sistem hukum telah membuat kesalahan," kata jaksa wilayah Jon Davis.

Setelah mendengar keputusan hakim, untuk beberapa saat Sledge terdiam sebelum akhirnya memeluk kuasa hukum dan keluarganya.

Selanjutnya dia meninggalkan LP Columbus County, berbicara kepada sejumlah jurnalis sebelum naik ke dalam mobil bersama keluarganya. Mereka kemudian menuju ke Savannah, Georgia di mana Slegde akan tinggal bersama salah seorang saudara laki-lakinya.

"Saya akan pulang. Bersantai. Tidur di ranjang yang sesungguhnya dan mungkin akan berenang di kolam renang," kata Sledge saat ditanya apa yang akan dilakukannya setelah bebas.

Pada 1976, Sledge divonis bersalah dalam dua katagori pembunuhan tingkat kedua dan dijatuhi vonis hukuman penjara seumur hidup. Pengadilan saat itu menganggap Sledge terbukti membunuh Josephine Davis (76) dan putrinya, Aileen (57).

Kedua perempuan itu ditemukan tewas ditikam di kediaman mereka di Elizabethtown, sehari setelah Sledge kabur dari sebuah penjara saat menjalani hukuman penjara empat tahun akibat mencuri.

Sledge adalah orang kedelapan yang mendapat pengampunan setelah negara bagian Carolina Utara membentuk sebuah komisi untuk menyelidiki ulang sejumlah kasus kriminal yang diduga menghukum orang yang tak bersalah.

Komisi bentukan pemerintah ini mulai bekerja pada 2007 dan saat ini sudah menyelesaikan evaluasi terhadap 1.500 kasus. Sementara itu sebuah lembaga non-profit Innocence Project mengatakan sebanyak 325 terpidana dibebaskan setelah pemeriksaan ulang DNA dilakukan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X