Obama Puji Mendiang Raja Saudi sebagai Teman yang Hangat dan Jujur

Kompas.com - 23/01/2015, 09:43 WIB
Foto tertanggal 3 Juni 2009 memperlihatkan President Barack Obama berbicara dengan Raja Abdullah bin Abdul Aziz al-Saud saat seremoni penyambutan di Bandara Internasional King Khaled. AFP PHOTO/SAUL LOEBFoto tertanggal 3 Juni 2009 memperlihatkan President Barack Obama berbicara dengan Raja Abdullah bin Abdul Aziz al-Saud saat seremoni penyambutan di Bandara Internasional King Khaled.
EditorEgidius Patnistik
WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden AS Barack Obama, Kamis (22/1/2015) waktu setempat, memuji mendiang Raja Saudi Abdullah sebagai pemimpin yang berani dan teman berharga yang membuat kontribusi abadi bagi perdamaian di Timur Tengah.

"Sebagai seorang pemimpin, dia selalu jujur dan punya keberanian terkait keyakinannya," kata Obama dalam sebuah pernyataan tertulis segera setelah istana kerajaan Saudi mengumumkan kematian raja itu. "Saat negara kita bekerja sama untuk menghadapi banyak tantangan, saya selalu menghargai perspektif Raja Abdullah dan menghargai persahabatan sejati dan hangat kami," kata Obama. "Kedekatan dan kekuatan kemitraan antara kedua negara kita merupakan bagian dari warisan Raja Abdullah."

Selama hampir satu dekade pemerintahan Abdullah, yang melewati Musim Semi Arab dan beberapa perang yang mengguncang Timur Tengah, Arab Saudi dan Amerika Serikat tetap bersekutu setia.

Obama memuji "keyakinan teguh dan penuh gairah terkait pentingnya hubungan AS-Saudi" yang dimiliki Abdullah.

Raja Abdullah bin Abdulaziz, diyakini berusia sekitar 90 tahun, dirawat di rumah sakit pada Desember lalu karena menderita pneumonia dan telah bernapas dengan menggunakan alat bantu. Menurut pemerintah Saudi, dia meninggal pada Jumat dini hari pukul 01.00 waktu setempat (pukul 05.00 WIB) dan akan dimakamkan hari ini setelah salat Jumat.

Tidak jelas apakah Obama akan menghadiri pemakaman itu.

Obama juga memuji upaya Abdullah untuk mendorong perdamaian antara Palestina dan Israel. "Dia mengambil langkah berani dalam memajukan Inisiatif Perdamaian Arab, sebuah usaha yang membuat dia akan dikenang lebih lama terkait kontribusinya untuk mencari perdamaian di kawasan itu."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di dalam negeri, Obama mengatakan raja itu "mengupayakan pendidikan bagi rakyatnya dan keterlibatan yang lebih besar di dunia."

Presiden ke-41 AS, George HW Bush, menyebut Abdullah sebagai "teman dan mitra" yang dia gambarkan sebagai "sekutu yang bijaksana dan dapat diandalkan."

Sejumlah anggota Kongres AS juga memuji Abdullah. Senator Partai Republik John McCain melukiskan Abdullah sebagai "suara yang penting bagi reformasi di Arab Saudi." "Dia mendorong modernisasi sistem pendidikan, membatasi kewenangan polisi agama, dan memberi perempuan hak memilih dan mencalonkan diri dalam pemilu kota."

Saudara tiri Abdullah, Salman (79 tahun), telah ditunjuk sebagai raja.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.