Sulitnya Jadi Pengantar Pizza di Kota Baghdad

Kompas.com - 09/12/2014, 22:26 WIB
Salah satu kendala yang harus dilalui para pengantar pizza di Baghdad, Irak adalah banyaknya pos-pos penjagaan di kota itu. Setiap kali melewati sebuah pos, maka polisi atau tentara akan memeriksa sepeda motor para pengantar pizza. Tak jarang mereka dilarang melintas dan diperintahkan mencari jalan lain. AP PhotoSalah satu kendala yang harus dilalui para pengantar pizza di Baghdad, Irak adalah banyaknya pos-pos penjagaan di kota itu. Setiap kali melewati sebuah pos, maka polisi atau tentara akan memeriksa sepeda motor para pengantar pizza. Tak jarang mereka dilarang melintas dan diperintahkan mencari jalan lain.
EditorErvan Hardoko
BAGHDAD, KOMPAS.com — Pekerjaan yang mudah di negara yang tak dilanda perang bisa berubah menjadi sebuah pekerjaan sulit dan berbahaya di sebuah negeri yang berada dalam suasana perang seperti Irak.

Hassan Khudier terus memacu sepeda motornya di tengah lalu lintas kota Baghdad, Irak, yang kacau dan padat. Teriakan para pengemudi mobil adalah salah satu hal yang harus diterima Hassan dan rekan-rekannya para pengantar pizza di ibu kota Irak itu.

Pada saat dia harus bergegas mengantar pizza dan roti isi kepada pelanggan yang menanti, Hassan (22) harus menghadapi banyak masalah selain padatnya lalu lintas dan caci maki pengguna jalan di kota Baghdad.

Hassan harus menghadapi pos-pos pemeriksaan yang nyaris tak terhitung di kota itu. Dia juga berisiko berada di tempat dan waktu yang salah di sebuah kota dengan ledakan bom mobil dan bom bunuh diri terjadi nyaris setiap hari.

"Kami menghadapi banyak kendala dalam perjalanan kami mengantar makanan," kata Hassan.

Tak jarang Hassan harus menggunakan gang-gang sempit untuk menghindari kemacetan yang disebabkan bom yang baru saja meledak. Tak hanya itu, di setiap pos pemeriksaan, polisi atau tentara selalu menghentikan Hassan untuk memeriksa sepeda motor dan kotak pengangkut makanan yang dibawanya.

Tak jarang polisi memerintahkan dia untuk mencari jalan lain. Sebab, sepeda motor yang kerap digunakan untuk meledakkan bom dilarang melintasi jembatan atau mendekati bangunan milik pemerintah.

Sepeda motor juga dilarang melintas jalan utama pada saat hari libur untuk menghindari pengeboman tempat-tempat ibadah. Keamanan di kota Baghdad diperketat sejak ISIS menguasai hampir sepertiga wilayah negeri itu.

Kisah Hassan Khudier adalah kisah khas warga Irak yang mencoba melakukan pekerjaan yang dia butuhkan untuk menghidupi keluarga di tengah berbagai aksi kekerasan. Hassan nyaris tak pernah mengalami hari kerja yang mudah. Dia harus menggunakan taksi dari sisi kota lain tempat dia tinggal menuju ke sisi lain kota ke restoran Al-Reef tempat dia bekerja.

Setibanya di tempat kerja, Hassan langsung mengambil sepeda motor untuk memulai rutinitas hariannya. Layanan pengantaran makanan sangat populer di Baghdad karena warga takut untuk makan di restoran. Kafe, warung es krim, dan restoran merupakan salah satu target pengeboman.

Meski demikian, pelanggan rumah-rumah makan di kota berpenduduk 7 juta jiwa itu tak pernah berkurang sehingga pengantaran makanan sangat diperlukan. Akibatnya, menjadi pengantar makanan merupakan salah satu pekerjaan yang paling mudah diperoleh para pemuda Irak, yang memiliki sedikit pilihan.

Hassan Khudier misalnya. Kedua orangtuanya meninggal dunia saat dia masih sangat kecil. Dia kini tinggal bersama keluarga saudari perempuannya. Dari bekerja sebagai pengantar makanan, Hassan mendapat gaji mingguan sebesar 100 dollar AS atau sekitar Rp 1,2 juta cukup untuk membantu keluarga saudarinya itu.

Meski menjadi tulang punggung keluarga, saudari perempuan Hassan, Um Noor, mengatakan, dia sangat mengkhawatirkan keselamatan saudaranya itu setiap kali Hassan berangkat bekerja. "Kami hanya bisa berdoa meminta perlindungan Tuhan," ujar Um Noor.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trump Umumkan Rencana Perdamaian Israel dan Palestina, Apa Respons Dunia?

Trump Umumkan Rencana Perdamaian Israel dan Palestina, Apa Respons Dunia?

Internasional
Tangkal Virus Corona, Singapura Terbitkan Kebijakan Baru

Tangkal Virus Corona, Singapura Terbitkan Kebijakan Baru

Internasional
50 Tentara AS Terluka akibat Serangan Rudal Iran

50 Tentara AS Terluka akibat Serangan Rudal Iran

Internasional
Trump Umumkan Rencana Perdamaian Palestina dan Israel, Apa Isinya?

Trump Umumkan Rencana Perdamaian Palestina dan Israel, Apa Isinya?

Internasional
China Umumkan Kasus Kematian Baru, Korban Meninggal Virus Corona Capai 132 Orang

China Umumkan Kasus Kematian Baru, Korban Meninggal Virus Corona Capai 132 Orang

Internasional
AS Umumkan Kembangkan Vaksin untuk Lawan Wabah Virus Corona

AS Umumkan Kembangkan Vaksin untuk Lawan Wabah Virus Corona

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Asal Virus Corona Terungkap | 16 Negara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

[POPULER INTERNASIONAL] Asal Virus Corona Terungkap | 16 Negara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Internasional
Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Internasional
Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Internasional
'Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas'

"Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas"

Internasional
Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Internasional
Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Internasional
China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

Internasional
Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X