Kompas.com - 20/11/2014, 18:22 WIB
EditorErvan Hardoko
NEW DELHI, KOMPAS.com - Seorang bayi lahir dengan empat kaki dan tangan di kota Baruipur, negara bagian Bengal Barat, India. Kelahiran bayi itu memicu ratusan orang berdatangan ke rumah sakit dan memenuhi jalanan untuk melihat sang bayi yang diyakini merupakan titisan salah seorang dewa Hindu.

"Saat bayi itu lahir kami tak mempercayai apa yang kami lihat. Para perawat mengatakan bayi itu cacat namun yang kami lihat bayi itu membawa pertanda dari dewa," kata seorang kerabat kepada stasiun televisi lokal.

"Ini adalah sebuah keajaiban. Dia adalah bayi kiriman dewa. Seorang dewa memiliki kaki dan tangan tambahan seperti ini," tambah kerabat itu.

Kini ribuan warga setempat berduyun-duyun mendatangi rumah sakit untuk sekadar melihat sekilas bayi yang menghebohkan itu.

"Saat saya mendengar pertama kali anak dewa ini, kami awalnya tidak percaya. Namun, kami pergi untuk melihat karena didorong kabar yang dibawa kawan-kawan kami," kata Chukka Rao (67) seorang warga desa di dekat kota Baruipur.

"Dan saat kami melihat foto bayi itu, kami melihat keajaiban. Dia benar-benar putra Dewa Brahma, yang juga memiliki empat tangan dan kaki," ujar Rao.

Membludaknya ribuan orang yang ingin melihat bayi itu membuat kepolisian kerepotan mengendalikan massa.

"Bayi ini terlahir cacat dan situasinya menyedihkan. Tak ada hal ilahi terkait bayi itu. Namun, massa semakin rusuh untuk melihat anak itu," ujar juru bicara kepolisian setempat.

"Ratusan orang menangis di jalanan. Ratusan orang lainnya berdoa dan mendirikan tenda di sekitar rumah sakit. Bahkan tak sedikit yang panik dan mengira ini adalah pertanda kiamat," tambah sang juru bicara.

Namun, keluarga bayi unik itu memahami situasi hiruk pikuk yang membarengi kelahiran sang bayi.

"Sangat bisa dipahami muncul kebahagiaan terkait bayi kami. Ini hal alami di mana orang ingin melihat bayi titisan dewa," tambah seorang anggota keluarga si bayi.

Lalu apa kata tim medis soal bayi berkaki dan bertangan empat itu? Menurut para dokter seharusnya bayi ini terlahir kembar. Namun, akibat sebab tertentu kegagalan terjadi namun sisa sang kembaran menyatu ke tubuh bayi yang akhirnya dilahirkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Mirror


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.