Kompas.com - 03/11/2014, 09:33 WIB
EditorEgidius Patnistik
JERUSALEM, KOMPAS.com — Dalam rapat kabinet mingguannya, Minggu (2/11/2014), PM Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, lokasi Masjid Al Aqsa terbuka bagi setiap orang dengan agama apa pun.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu itu bertekad akan mempertahankan aturan beribadah yang sudah sejak lama ada di Masjid Al Aqsa, Jerusalem, dengan mengatakan bahwa warga Muslim dapat terus beribadah di masjid itu.

Netanyahu menyerukan ketenangan dan sikap menahan diri dalam menghadapi memuncaknya ketegangan di lokasi itu. Ketegangan telah memicu bentrokan yang terjadi hampir setiap hari, antara demonstran Palestina dan polisi Israel.

Warga Yahudi menilai lokasi itu sebagai tempat paling suci bagi mereka karena masjid itu berdiri sejak zaman dahulu kala, sementara warga Muslim menjadikan tempat itu sebagai tempat tersuci ketiga, setelah Mekkah dan Madinah di Arab Saudi.

Dalam rapat mingguannya bersama kabinet, Netanyahu mengatakan bahwa lokasi itu terbuka bagi semua orang dengan agama apa pun, pesan yang menurutnya juga telah disampaikan kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Mahmoud Abbas mengatakan, seruan pemimpin Israel tentang status quo lokasi itu merupakan "langkah menuju arah yang tepat".

Nasib masjid yang terletak di puncak bukit di Jerusalem Timur itu merupakan bagian dari perselisihan lama antara Israel, yang mencaplok wilayah itu pada tahun 1967, dan Palestina, yang ingin agar daerah itu menjadi bagian dari ibu kota negara Palestina pada masa depan.

Baik warga Yahudi maupun Muslim diizinkan berkunjung ke Masjid Al Aqsa, tetapi hanya warga Muslim yang diizinkan beribadah di sana.

Aktivis-aktivis Yahudi sedang mendorong perubahan aturan supaya mereka juga diizinkan beribadah di lokasi itu.

Aksi kekerasan antara pasukan keamanan Israel dan Palestina pecah pada pekan lalu setelah polisi Israel menewaskan seorang penembak Palestina yang melukai seorang rabi ultra-konservatif. Sebelumnya, rabi itu menghadiri konferensi yang menjamin hak warga Yahudi untuk beribadah di Masjid Al Aqsa.

Sementara itu, Israel telah menutup dua pintu perbatasan di Gaza. Militer Israel mengatakan, mereka memutuskan menutup Kerem Shalon dan Erez pada hari Minggu setelah insiden penembakan roket dari wilayah Palestina pada hari Jumat lalu, meskipun tidak menimbulkan kerusakan atau korban cedera. Namun, Israel mengatakan, bantuan kemanusiaan akan tetap diizinkan lewat Erez.

Israel mengatakan, insiden roket itu merupakan serangan kedua sejak berakhirnya perang selama 50 hari yang dilancarkan Israel terhadap militan Hamas di Gaza pada bulan Juli dan Agustus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.