Kompas.com - 11/10/2014, 09:03 WIB
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. NK NewsPemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Di tengah panasnya isu politik nasional, ada kabar yang beredar di sebuah grup WhatsApp alumni salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) tiga pekan lalu bahwa pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dikudeta.

Kabar tersebut dikutip dari seorang diplomat Indonesia yang bertugas di Pyongyang, yang tak mau disebutkan namanya. Anggota grup menanggapi dingin terhadap kabar yang beredar itu. Bahkan, sebagian mencaci. Itu karena tidak satu pun media massa umum atau mainstream yang memberitakan "berita besar" itu.

"Di Time nggak muncul tuh beritanya," tulis salah satu anggota grup itu.

Ada juga yang menanggapi, "Wah, sia-sia kita bayar pajak untuk gaji PNS Kemenlu. Ternyata mereka ngasih kabar bohong," tulis anggota yang lain.

Sinisme itu mencuat karena saat itu berita-berita seputar Kim Jong Un menunjukkan bahwa dia sedang terkena asam urat. Diberitakan juga bahwa kaki pemimpin Korea Utara itu bengkak sehingga harus dipapah tentara ketika berjalan. Sebuah berita yang mungkin tak ada nilai signifikansinya, dan bahkan lucu.

Namun, seiring dengan absennya Kim Jong Un di hadapan publik dalam jangka waktu lama, ada yang berpikir bahwa jangan-jangan kabar itu benar. Terlebih lagi, dia juga tak hadir pada perayaan politik penting di negara komunis itu, dan digantikan oleh adiknya. Oleh sebab itu, spekulasi soal Kim Jong Un pun makin santer.

Antara isu kesehatan dan penggulingan

Mengutip BBC, Sabtu (11/10/2014), media setempat mengatakan, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tidak datang ke sebuah perayaan penting lingkup politik, di tengah spekulasi ketidakhadirannya di depan publik selama lebih dari sebulan ini. Televisi Pemerintah Korut menyebut bahwa dia dalam "kondisi fisik yang tidak nyaman".

Pemimpin muda tersebut, yang mewarisi kekuasaan setelah ayahnya, Kim Jong Il, meninggal pada tahun 2011, belum terlihat di depan umum sejak 3 September.

Pada hari Jumat, namanya tidak tercantum dalam daftar tamu yang mengunjungi pemakaman untuk menandai ulang tahun partai yang berkuasa. Pada hari yang sama, Korea Selatan menyatakan keyakinannya bahwa Kim tetap mengendalikan negara komunis itu.

"Tampaknya Kim Jong Un tetap menjalankan kebijakan negara secara normal. Sehubungan dengan kondisi kesehatannya, pemerintah kami tidak memiliki informasi apa pun untuk memastikan semua ini," kata juru bicara Kementerian Unifikasi Lim Byeong-cheol seperti dikutip oleh kantor berita Korsel, Yonhap.

Namun, sejumlah pengamat Korea Utara secara tertutup memperkirakan adanya kudeta. Meski demikian, pemimpin tertinggi itu terus mendapat pujian dari media pemerintah.

Munculnya saudara kandung nomor dua Kim, yang diakui sebagai pemimpin Korea Utara, juga menguatkan spekulasi bahwa Kim mungkin telah digulingkan.

Terlepas apakah Kim Jong Un dikudeta atau tidak, saat ini Korea Utara menghadapi masalah kemanusiaan yang cukup pelik dan masyarakat sipil yang terancam oleh negara. Untuk itu, diperlukan sebuah upaya besar agar masalah di Korea Utara bisa diselesaikan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.