Mati Lampu Hanya Sejam di Darwin, Pemerintah Lakukan Penyelidikan

Kompas.com - 15/09/2014, 11:36 WIB
Menteri Bidang Energi Wilayah Utara Willem Westra van Holte dan Menteri Utama Adam Giles. ABCMenteri Bidang Energi Wilayah Utara Willem Westra van Holte dan Menteri Utama Adam Giles.
EditorEgidius Patnistik
DARWIN, KOMPAS.COM - Akibat kejadian mati lampu selama satu jam di kota Darwin, Menteri Utama Wilayah Utara Australia meminta proses komunikasi antara pemerintah dengan perusahaan penyedia gas untuk pembangkit listrik ditinjau kembali. Peristiwa tersebut juga dikaitkan dengan resiko tindakan terorisme.

Mati lampu terjadi Kamis (11/9/2014), dikarenakan masalah terkait komunikasi yang mengakibatkan terhentinya pengaliran gas ke pembangkit listrik.

Perusahaan yang mengoperasikan fasilitas pemrosesan gas Yelcherr adalah ENI, yang bermarkas di Italia. Gas dialirkan dari landasan yang terletak di teluk Joseph Bonaparte ke pembangkit listrik yang dimiliki perusahaan Power Water Corporation (PWC).

Adam Giles, Menteri Utama Wilayah Utara, menyatakan bahwa yang akan ditinjau kembali terkait peristiwa mati lampu termasuk kepastian persediaan gas.


Akan diselidiki pula apakah ENI seharusnya bisa memberi peringatan lebih cepat pada pemerintah terkait masalah penyediaan gas.

Menteri Pelayanan Pokok Wilayah Utara, Willem Westra van Holthe, menyatakan bahwa pemerintah akan menyelidiki sebab utama terjadinya peristiwa itu.

Dalam sebuah pernyataan, ENI mengumumkan bahwa persediaan sudah kembali normal dan tak ada resiko terhadap pekerja, peralatan, atau lingkungan.

Van Holthe menjelaskan bahwa saat terjadi kemacetan persediaan gas, tindakan pertama adalah mengambil gas dari ConocoPhillips, yang menjalankan fasilitas pemrosesan LNG di Darwin.

Namun, saat itu fasilitas tersebut sedang ditutup untuk perawatan. Tindakan cadangan kedua adalah menyalankan generator diesel, tetapi ternyata mesin-mesin tersebut tidak sanggup menghadapi beban listrik yang begitu besar. Terjadilah mati lampu.

Menurut van Holthe, mati lampu tersebut tidak terlalu merugikan konsumen.

Di lain pihak, Dr Michael McKinley, pakar bidang keamanan dari Australian National University, menyatakan bahwa peristiwa itu menunjukkan betapa mudahnya landasan lepas pantai untuk memproses gas dan minyak bumi terkena serangan teroris.

Menurut McKinley, ada kemungkinan kelompok teroris menggunakan peledak untuk mengganggu atau menghancurkan produksi gas lepas pantai.

Mati lampu kali ini mengganggu penyediaan listrik ke kota Darwin, termasuk ke markas-markas militer yang ada di kota tersebut.

"Sudah ada langkah-langkah yang diambil dalam tiga, empat puluh tahun terakhir untuk memastikan bahwa bila terjadi pengambilalihan landasan lepas pantai, ada kemungkinan landasan itu bisa direbut kembali dengan menggunakan pasukan khusus angkatan bersenjata Australia," ucap McKinley.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Internasional
Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Internasional
Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer 'Secepatnya'

Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer "Secepatnya"

Internasional
Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Internasional
Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Internasional
Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Internasional
Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Internasional
WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

Internasional
Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Internasional
WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

Internasional
Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Internasional
Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Internasional
Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Internasional
Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Internasional
AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X