Kompas.com - 05/09/2014, 23:21 WIB
Iring-iringan kendaraan lapis baja angkatan darat Lebanon sedang menuju ke kota Arsal yang sempat diduduki pasukan ISIS awal Agustus ini. STR / AFPIring-iringan kendaraan lapis baja angkatan darat Lebanon sedang menuju ke kota Arsal yang sempat diduduki pasukan ISIS awal Agustus ini.
EditorErvan Hardoko
BEIRUT, KOMPAS.com - Setiap hari menjelang matahari terbenam, puluhan warga desa Qaa, Lebanon, yang mayoritas penduduknya beragama Kristen, berjaga di perbatasan desa sambil membawa senapan mesin.

Mereka disebar di perbukitan sekitar desa, mengambil posisi siaga dan bersiap-siap jika kelompok militan Islam dari negeri tetangga, Suriah, datang menyerang.

"Kami semua tahu jika mereka datang, maka mereka akan membunuh kami tanpa alasan," kata salah seorang penduduk desa Qaa, sambil menenteng sebuah senapan serbu.

Selama berbulan-bulan, umat Kristen Lebanon melihat dengan penuh kekhawatiran saat warga Kristen Irak dan Suriah terpaksa mengungsi untuk menghindari serbuan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Umat Kristen Lebanon khawatir mereka akan menjadi sasaran selanjutnya.

Ketakutan semakin meningkat setelah militan Suriah sempat menduduki sebuah kota perbatasan dan terlibat baku tembak dengan militer Lebanon selama beberapa hari. Meski akhirnya mereka mundur sejumlah tentara dan polisi Lebanon mereka bawa sebagai sandera.

Kini, untuk pertama kali sejak perang saudara berakhir pada 1990, umat Kristen Lebanon kembali mempersenjatai diri dan mempersiapkan unit-unit pertahanan. Sebuah indikasi meningkatkan kekhawatiran akan ekspansi ISIS.

Sementara di bagian lain Timur Tengah, komunitas Kristen lain yang sudah eksis selama agama ini ada juga terancam keberadaannya. Masa depan mereka terancam ISIS yang terus meluaskan wilayahnya di Irak dan Suriah.

Di Irak, ribuan umat Kristen terpaksa mengungsi setelah dihadapkan pada pilihan meninggalkan kampung halaman, memeluk Islam, atau mati.

Untuk pertama kali dalam ribuan tahun kota Nineveh dan Mosul di Irak dikosongkan dari populasi penduduk Kristen. Setelah umat Kristen pergi ISIS kemudian menandai rumah-rumah mereka dengan huruf "N" atau Nasrani dan menjadikan rumah mereka properti ISIS.

Di Suriah, kondisi serupa terjadi. Ribuan umat Kristen terpaksa mengungsi selama konflik yang sudah berlangsung hampir empat tahun.

Halaman:


Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X