Kompas.com - 08/08/2014, 11:30 WIB
EditorEgidius Patnistik
WASHINGTON, KOMPAS.com — Pentagon membantah sejumlah laporan bahwa pasukan AS telah mengebom beberapa sasaran di Irak utara pada Kamis (7/8/2014) dalam upaya melumpuhkan kelompok militan ISIS. Huffington Post mengutip sebuah pesan yang di-posting di Twitter oleh sekretaris pers Pentagon, John Kirby, yang menegaskan bahwa sejumlah laporan bahwa AS telah melakukan serangan udara di Irak "benar-benar palsu". Menurut Kirby, tidak ada tindakan seperti itu.

Kantor berita AFP yang mengutip pejabat senior AS yang tidak sebutkan namanya menegaskan hal yang sama, yaitu bahwa AS belum melakukan serangan udara apa pun di Irak, tetapi siap untuk melakukannya setelah ada perintah dari Presiden Barack Obama. "Saat ini, tidak ada serangan udara yang telah terjadi, tetapi kami siap untuk melakukan aksi militer jika situasi menginginkan itu," kata pejabat tersebut.

Kamis pagi, harian New York Times melaporkan bahwa pasukan Amerika telah mengebom beberapa sasaran di Irak dalam upaya untuk memukul mundur kaum militan ISIS yang telah membuat kemajuan besar dalam beberapa hari terakhir. Menurut harian itu, laporan tentang serangan tersebut muncul di media Kurdi pada Kamis malam waktu setempat.

Kaum militan ISIS telah merebut beberapa desa dan kota, termasuk kota Kristen terbesar di Irak, serta bendungan terbesar negara itu pada pekan lalu.

Puluhan ribu orang Kristen, dan etnis Yazidi, meninggalkan rumah mereka di Irak utara setelah ISIS mengeluarkan ultimatum bagi anggota kelompok minoritas agama untuk jadi mualaf, yakni bayar pajak atau mati. Sejumlah laporan yang muncul pada hari Rabu menyebutkan bahwa ribuan warga Yazidi terdampar di sebuah pegunungan tanpa persediaan makanan atau air.

"Situasi tersebut mendekati bencana kemanusiaan," kata juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest, Kamis pagi. Ia menambahkan, AS sangat prihatin atas keselamatan para pengungsi itu.

Menurut kantor berita Reuters, pemerintahan Obama telah menyetujui penurunan bantuan kemanusiaan lewat udara untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi yang terdampar karena peperangan itu. Kantor berita itu menambahkan, penerbangan untuk menurunkan bantuan itu dapat dimulai kapan saja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.