Kompas.com - 31/07/2014, 17:59 WIB
Gambar ini diambil pada 9 April 2005 di Uige, kota berjarak sekitar 300 kilometer dari ibu kota Angola, Luanda. Mereka adalah para petugas kesehatan dengan pakaian khusus, tertutup dari kepala sampai ujung jari, yang mengevakuasi jenazah para korban ebola saat itu. AFP PHOTO / FLORENCE PANOUSSIAN Gambar ini diambil pada 9 April 2005 di Uige, kota berjarak sekitar 300 kilometer dari ibu kota Angola, Luanda. Mereka adalah para petugas kesehatan dengan pakaian khusus, tertutup dari kepala sampai ujung jari, yang mengevakuasi jenazah para korban ebola saat itu.
EditorErvan Hardoko

FREETOWN, KOMPAS.com — Pemerintah Sierra Leone, Kamis (31/7/2014), telah menetapkan keadaan darurat bagi kesehatan publik demi mencegah penyebaran virus ebola.

Presiden Sierra Leone Ernest Bai Koroma mengatakan, lokasi pusat wabah virus di kawasan timur negaranya akan dikarantina. Dia mengaku telah menginstruksikan aparat keamanan untuk mengetatkan penjagaan.

Sebagai bagian dari langkah pencegahan, dia juga menginstruksikan para pelancong di bandara mencuci tangan mereka dengan obat suci hama. Koroma juga membatalkan kunjungannya ke Washington DC, Amerika Serikat, untuk menghadiri Pertemuan AS-Afrika.

Berdasarkan data PBB, lebih dari 670 orang di kawasan barat Afrika telah meninggal dunia sejak Februari lalu akibat virus ebola. Dari 670 korban, 224 di antara mereka merupakan warga Sierra Leone.

Salah satunya Dr Sheik Umar Khan yang memimpin perlawanan terhadap virus ini. Dia dimakamkan pada Kamis (31/7/2014) ini.

Negara tetangga Sierra Leone, Liberia, juga menempuh langkah drastis. Liberia menghentikan semua kegiatan sepak bola karena sepak bola adalah jenis olahraga di mana pemainnya bersentuhan, kata asosiasi sepak bola.

Bahkan, maskapai penerbangan besar, Asky, menyatakan telah menghentikan semua penerbangan ke ibu kota Liberia dan Sierra Leone karena meningkatnya kekhawatiran terhadap virus tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.