Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/07/2014, 14:30 WIB
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Melalui sebuah pertemuan darurat, Dewan Keamanan PBB menyepakati seruan "gencatan senjata kemanusiaan segera dan tanpa syarat" di Gaza.

Seruan gencatan senjata ini disuarakan seiring dimulainya perayaan Idul Fitri bagi umat muslim dunia, termasuk di Gaza.

Pada Minggu (27/7/2014), Israel dan kelompok milisi Palestina melanjutkan serangan mereka walau sudah ada gencatan senjata selama 24 jam yang diumumkan oleh Hamas.

Lebih dari 1.030 warga Palestina, kebanyakan masyarakat sipil, tewas selama konflik berlangsung. Di sisi Israel, 43 tentara dan dua warga Israel tewas.

Seorang warga Thailand di Israel juga dilaporkan meninggal dunia.

Gencatan senjata yang diusulkan atas inisiatif Mesir itu diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menggelar pembicaraan substantif tentang masa depan Gaza, termasuk pembukaan perbatasan Gaza.

Pernyataan PBB ini juga menekankan bahwa "fasilitas sipil dan kemanusiaan, termasuk milik PBB, harus dihormati dan dilindungi."

Presiden Amerika Serikat Barack Obama pun meminta gencatan senjata saat berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melalui telepon.

Dia mengatakan solusi jangka panjang harus memungkinkan "warga Palestina hidup normal" dan "harus menjamin perlucutan senjata kelompok teroris dan demiliterisasi Gaza".

Gencatan senjata yang sudah dilakukan Klik selama 12 jam pada Sabtu (27/07) memungkinkan warga di Gaza mengumpulkan persediaan makanan dan memindahkan jenazah dari reruntuhan bangunan.

Israel kemudian menerima gencatan senjata kedua yang berlangsung 24 jam hingga Minggu (27/7), namun suasana damai tidak bertahan.

Benjamin Netanyahu mengatakan: "Israel akan melakukan apa yang harus mereka lakukan untuk membela warganya."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.