Uni Eropa: Hukuman Mati untuk Para Pendukung Mursi Langgar Hukum Internasional

Kompas.com - 30/04/2014, 08:27 WIB
Polisi menembakkan ke gas air mata ke arah massa pendukung Presiden terguling Mesir Muhammad Mursi, Jumat (29/11/2013). Demonstrasi juga dipicu penangkapan blogger yang mengingatkan pemerintah tentang kekuasaan otokrasi pada masa pemerintahan Hosni Mubarak. HMOUD kHALED / AFPPolisi menembakkan ke gas air mata ke arah massa pendukung Presiden terguling Mesir Muhammad Mursi, Jumat (29/11/2013). Demonstrasi juga dipicu penangkapan blogger yang mengingatkan pemerintah tentang kekuasaan otokrasi pada masa pemerintahan Hosni Mubarak.
EditorPalupi Annisa Auliani
BRUSSELS, KOMPAS — Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton, pada Selasa (29/4/2014), menyatakan hukuman mati yang kembali dijatuhkan Pengadilan Mesir terhadap 683 orang dari Ikhwanul Muslimin dan pendukung Presiden terguling Mesir, Muhammad Mursi, telah melanggar hukum internasional.

Asthon pun mendesak otoritas di Kairo untuk menjamin hak para terdakwa dengan pengadilan yang adil. Pengadilan Mesir, Senin (28/4/2014), kembali menjatuhkan hukuman mati kepada pemimpin Ikhwanul Muslimin dan 682 pengikutnya.

"Pengadilan massal ini jelas melanggar hukum hak asasi manusia internasional," kata Ashton dalam pernyataannya. "Tuduhan untuk setiap terdakwa tidak jelas, proses tidak memenuhi standar yang paling dasar dari proses hukum, dan vonis yang dijatuhkan tidak proporsional."

Sebelumnya, pada Maret 2014, Pengadilan Mesir juga menjatuhkan hukuman mati terhadap 529 orang dari Ikhwanul Muslimin dan pendukung Mursi. Ahston meminta otoritas Mesir segera memastikan proses hukum yang adil dengan tuduhan yang jelas, serta memberikan akses para terdakwa dengan pengacara dan keluarganya, terkait perkara sarat muatan politik ini.


Ashton berpendapat putusan Pengadilan Mesir terhadap para pendukung Mursi telah menjadi tren yang mengkhawatirkan atas kepatuhan terhadap kewajiban hak asasi manusia internasional. Menurut dia, ada kekhawatiran yang meningkat di Brussels tentang keseriusan masa transisi di Mesir menuju demokrasi yang butuh kerangka hukum dengan sistem peradilan yang memenuhi standar HAM internasional.

"Uni Eropa menyerukan kepada Pemerintah Mesir untuk segera membalikkan tren ini," imbuh Ashton. Sebelumnya, Amerika Serikat juga sudah mendesak Mesir membalikkan putusan pengadilan tersebut. Sekjen PBB Ban Ki-moon pun mengaku terkejut dengan putusan pengadilan Mesir ini.


Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Internasional
Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Internasional
'Ulama' ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

"Ulama" ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

Internasional
AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

Internasional
Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X