Kompas.com - 23/04/2014, 21:24 WIB
Presiden Palestina Mahmoud Abbas. ABBAS MOMANI / AFPPresiden Palestina Mahmoud Abbas.
EditorErvan Hardoko
RAMALLAH, KOMPAS.com — Kedua faksi Palestina yang selama ini berseteru, Hamas dan Fatah, Rabu (22/3/2014), mengumumkan segera membentuk pemerintahan rekonsiliasi yang akan mengakhiri perpecahan di dalam negeri Palestina.

PM Hamas Ismail Haniya di Jalur Gaza dalam pidato yang disiarkan televisi mengatakan, perpecahan Palestina sudah berakhir dan pemilihan umum akan digelar dalam waktu tujuh bulan.
Kesepakatan serupa juga telah dicapai pada masa lalu, tetapi tak pernah terwujud.

Hamas pada 2007 merebut jalur Gaza dari tangan Mahmoud Abbas yang kemudian hanya berkuasa di Tepi Barat. Sejak saat itu, kedua kubu hanya berkuasa di wilayah masing-masing. Pekan ini, Abbas mengirim delegasi ke jalur Gaza untuk membicarakan rekonsiliasi.

Salah satu anggota delegasi yang dikirim Abbas, Bassam Salhi, mengatakan, di bawah kesepakatan baru ini, sebuah pemerintahan interim bersama akan dibentuk dalam beberapa pekan dan akan diikuti pemilihan umum enam bulan berikutnya.

Terkait upaya Mahmoud Abbas memperbaiki hubungannya dengan Hamas, Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mengatakan, Abbas harus memilih berdamai dengan Israel atau berdamai dengan musuh Israel.

"Apakah Abbas menginginkan perdamaian dengan Israel atau dengan Hamas? Anda hanya bisa memilih salah satu. Saya harap Abbas memilih perdamaian, namun sejauh ini tampaknya tidak," kata Netanyahu.

Menegaskan peringatan Netanyahu, Menlu Israel Avigdor Lieberman mengatakan, kesepakatan Abbas dengan Hamas akan merupakan tanda berakhirnya negosiasi damai antara Israel dan otoritas Palestina.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, juru bicara Mahmoud Abbas, Nabil Abu Rdeineh, mengatakan persatuan Fatah dan Hamas merupakan masalah dalam negeri Palestina. "Abbas memilih perdamaian dan persatuan rakyat Palestina," kata Rdeineh.

"Pilihan untuk mempersatukan rakyat Palestina mendorong perdamaian. Tidak ada kontradiksi antara rekonsiliasi dan negosiasi," tambah dia.

Namun, Israel bersikukuh Abbas yang mendapatkan kekuasaan terbatas di Tepi Barat tidak bisa melakukan perdamaian dengan Israel sekaligus Hamas, yang selalu menginginkan kehancuran Israel.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Al Arabiya
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.