Kompas.com - 01/04/2014, 23:19 WIB
PM Jepang Shinzo Abe. STR / JIJI PRESS / AFPPM Jepang Shinzo Abe.
EditorErvan Hardoko

TOKYO, KOMPAS.com — Jepang akan melonggarkan larangan ekspor senjata untuk kali pertama dalam hampir 50 tahun terakhir.

Pada masa lalu, semua penjualan terkait militer bisa dikatakan dilarang, meskipun terjadi alih teknologi ke Amerika Serikat.

Perkembangan baru ini akan memungkinkan Jepang mengembangkan senjata bersama sekutunya, dan industri pertahanan akan mendapatkan akses terhadap pasar dan teknologi baru.

Langkah ini kemungkinan akan dicurigai China yang menuduh Jepang meningkatkan militerismenya.

Jepang menerapkan undang-undang dasar pasifis setelah Perang Dunia II, yang melarang perang kecuali untuk membela diri.

Selama beberapa dekade, Jepang menerapkan "tiga prinsip", yakni tidak mengekspor senjata ke negara-negara komunis, ke negara yang terkena embargo PBB, serta terlibat atau kemungkinan terlibat dalam konflik internasional.

Prinsip ini diadopsi tahun 1967, yang kemudian menjadi larangan yang diterapkan sendiri sepenuhnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berkeinginan meningkatkan keamanan nasional, di samping menormalisasi pembatasan yang diterapkan sendiri oleh Jepang setelah Perang Dunia II.

Transparan

Berdasarkan kebijakan ini, pembatasan ekspor terhadap negara konflik atau yang dikenai embargo PBB tetap berlaku.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.