Direktur Intelijen Korsel Dituding Terlibat Pemalsuan Dokumen

Kompas.com - 12/03/2014, 17:12 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
EditorErvan Hardoko
SEOUL, KOMPAS.com - Direktur Dinas Intelijen Korea Selatan NIS, Rabu (12/3/2014), dituntut mundur karena diduga terlibat dalam pemalsuan bukti dalam sebuah kasus spionase.

NIS dituduh memalsukan sejumlah dokumen, termasuk catatan perbatasan China, untuk membangun suebuah kasus spionase terhadap seorang mantan pejabat kota Seoul yang merupakan pelarian Korea Utara pada 2004.

Pemerintah China telah memastikan bahwa data-data yang disampaikan NIS adalah tidak benar. Pernyataan ini memaksa NIS mengeluarkan bantahan terlibat dalam pemalsuan dokumen.

Pekan lalu, kasus ini berkembang dengan dramatis saat seorang informan NIS yang terkait dengan pemalsuan dokumen itu mencoba melakukan bunuh diri.

Informan itu selamat dari upayanya bunuh diri dan kini berada dalam penanganan kejaksaan Korea Utara.Di saat pemilu lokal akan digelar pada awal Juni, para politisi dari partai berkuasa Saenuri menyerukan agar Direktur NIS Nam Jae-joon mundur dari jabatannya.

"Ini adalah isu yang sangat mengganggu. Saya sangat terkejut mendengar kasus pemalsuan dan upaya menutupinya," kata seorang anggota parlemen senior dari partai Saenuri, Shim Jae-chul.

"Nampaknya, Direktur Nam harus bertanggung jawab atas masalah ini," tambah Shim.

Masalah ini menjadi sangat sensitif untuk Presiden Park Geun-hye yang memilih Nam Jae-joon sebagai direktur NIS.

Dinas rahasia, yang telah beberapa kali berubah nama itu, memiliki reputasi yang kurang baik selama masa pemerintahan otoriter menguasai Korea Selatan sebelum negeri itu menerapkan demokrasi pada 1980-an.

Di masa kini, NIS juga tak lepas dari serangkaian skandal. Skandal terbaru adalah pengakuan sejumlah agen bahwa mereka ikut campur dalam pemilihan presiden 2012.

Pendahulu Nam Jae-joon, Won Sei-hoon bulan lalu divonis bersalah menerima suap dan dipenjara selama dua tahun.

Selain itu, Won juga menghadapi sejumlah dakwaan antara lain ikut campur dalam proses pemilu, mengendalikan kampanye hitam terhadap kandidat dari partai oposisi.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kerusuhan India: Kisah Pria yang Dipukuli karena Berjenggot dan Pakai Gamis

Kerusuhan India: Kisah Pria yang Dipukuli karena Berjenggot dan Pakai Gamis

Internasional
Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Internasional
Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Internasional
Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Internasional
23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

Internasional
Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Internasional
Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Internasional
Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Internasional
Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Internasional
Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Internasional
Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk 'Wuhannya Italia', di Tengah Wabah Virus Corona

Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk "Wuhannya Italia", di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Internasional
Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Internasional
Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X