Kompas.com - 13/02/2014, 15:58 WIB
EditorErvan Hardoko
BANGKOK, KOMPAS.com — Pemerintah Thailand telah selesai mendeportasi 1.300 manusia perahu Rohingya ke Myanmar, meski aktivis HAM mengkhawatirkan para pengungsi itu akan menghadapi hukuman di negeri asalnya.

Pemerintah Thailand sudah memulai proses deportasi para pengungsi Rohingya ini sejak September tahun lalu lewat pintu perbatasan di provinsi Ranong.

"Semua proses deportasi telah berakhir pada awal November lalu," kata Kepala Imigrasi Nasional Thailand Letnan Jenderal Pharnu Kerdlarpphon, Kamis (13/2/2014).

Pernyataan Letjen Pharnu ini merupakan kabar resmi pertama terkait deportasi para pengungsi Rohingya di Thailand.

Para pegiat HAM mengkritik keputusan Thailand memulangkan pengungsi Rohingya itu. Ini karena di Myanmar, mereka akan menghadapi larangan bepergian, kerja paksa, dan akses terbatas ke pendidikan dan kesehatan.

"Proses deportasi warga Rohingya merupakan sebuah pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional yang melarang pengembalian pengungsi ke tempat mereka akan menghadapi bahaya dan penghukuman," ujar Sunai Phasuk, seorang periset senior Human Right Watch (HRW).

Sunai khawatir para pengungsi Rohingya itu akan terjebak jaringan penjualan manusia, tak lama setelah mereka dideportasi. Oleh karena itu, Sunai mendesak Pemerintah Thailand untuk membeberkan apa yang terjadi dan menimpa ke-1.300 pengungsi Rohingya itu.

Sejauh ini belum diperoleh komentar dari Pemerintah Thailand terkait deportasi tersebut. PBB menyebut etnis Rohingya adalah salah satu kelompok minoritas yang paling tertindas di dunia. Mereka meninggalkan Myanmar setelah kerusuhan sektarian pecah pada 2012.

Sebanyak 800.000 orang dari etnis Rohingya hidup di Myanmar. Pemerintah Myanmar tidak mengakui keberadaan mereka sebagai warga negara, dan menganggap warga etnis Rohingya sebagai pendatang dari Banglades.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.