Kompas.com - 20/01/2014, 21:44 WIB
EditorErvan Hardoko
KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Kepolisian Malaysia dikabarkan telah menembak mati tiga warga Indonesia di Johor Baru karena dicurigai sebagai pelaku kriminal. Demikian pengakuan keluarga korban, Senin (20/1/2014).

Ketiga korban itu adalah Wabah, Sudarsono, dan Gusti Randa alias Agus. Ketiganya dikabarkan ditembak polisi pada 11 Januari lalu di jalan raya Lebuhrasa Senai-Desaru, Johor Bahru.

Ketiga warga Indonesia itu tewas dengan beberapa luka tembakan di dada dan perut.

Fadil, kerabat Agus dan Sudarsono, mengatakan, keluarga korban sangat terkejut mendengar kabar duka itu. Fadil menambahkan, pihak keluarga sangsi kedua korban melakukan kejahatan di Malaysia.

"Seorang pejabat dari konsulat jenderal Indonesia di Johor Bahru mengatakan patroli polisi melihat ketiga korban dan mencurigai mereka. Saat didekati, ketiganya langsung menyerang polisi," kata Fadil.

Fadil melanjutkan, Agus dan Sudarsono tidak mungkin melakukan kejahatan dan menyerang polisi karena keduanya sudah memiliki pekerjaan tetap di Malaysia. Keduanya sudah bekerja di Malaysia selama lima tahun.

"Kami meragukan klaim polisi itu karena keduanya memiliki pekerjaan di Malaysia. Agus bekerja di perkebunan sawit dan Sudarsono bekerja di pabrik besi. Selain itu, bagaimana mungkin warga Indonesia memiliki senjata api di sana?" tanya Fadil.

Kementerian Luar Negeri Indonesia sudah mengantarkan ketiga jenazah ke keluarga mereka di Lombok Tengah pekan lalu. Dari pemerintah, tiap keluarga mendapatkan uang Rp 15 juta untuk mengganti biaya pemulangan jenazah.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Migran Care Anis Hidayah mengkritik kepolisian Malaysia yang begitu mudahnya menembak orang yang diduga kriminal.

"Polisi seharusnya tidak menembak tersangka hingga tewas. Kami memiliki banyak saksi bahwa di banyak kasus polisi Malaysia tidak memberikan penjelasan apa pun tentang alasan mereka menembak mati tersangka," ujar Anis.

Menurut data Migran Care antara 2007-2014, sebanyak 165 warga Indonesia ditembak mati kepolisian Malaysia.

"Pemerintah telah gagal mendesak Malaysia untuk lebih transparan soal insiden penembakan seperti ini," Anis menegaskan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.