Kompas.com - 04/01/2014, 14:22 WIB
EditorHindra Liauw


KOMPAS.com - Orang tua gadis berusia 16 tahun yang meninggal dunia akibat diperkosa dan dibakar oleh sekelompok pemuda di Calcutta, India, telah bersumpah untuk memperjuangkan keadilan.

Ayah korban mengatakan kepada BBC News: "Sampai napas terakhir saya, satu-satunya tujuan hidup saya adalah berjuang untuk meraih keadilan untuknya."

Sebelum meninggal, korban telah meminta kepada ibunya agar "memastikan agar pelakunya digantung."

Sejauh ini delapan orang telah ditangkap terkait kasus pemerkosaan yang menimbulkan kemarahan masyarakat India.

Aksi-aksi keprihatian dan kemarahan massal terus digulirkan di India atas maraknya kasus pemerkosaan, namun mereka juga menganggap kinerja polisi lamban.
Para pemrotes menuntut agar polisi mengambil tindakan lebih tegas terhadap para pelaku pemerkosaan.

Kasus ini terungkap ke permukaan, setelah terbukti bahwa gadis itu tidak melakukan bunuh diri dengan membakar diri, namun dibakar oleh para terduga pelaku pemerkosaan terhadap dirinya.

Konflik terbuka terjadi antara keluarga korban dan aparat kepolisian terkait upaya pemakaman korban.

Keluarga korban menuduh polisi berupaya menutupi kasus ini agar tidak menimbulkan kemarahan masyarakat.

Dibakar dua orang

Gadis malang itu diperkosa pada dua kesempatan yang berbeda di dekat rumahnya di kota Madhyamgram. Diawali kejadian pertama pada 26 Oktober, dia melaporkan apa yang dialaminya kepada polisi keesokan harinya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.