Kompas.com - 09/12/2013, 16:20 WIB
Serangan bom bunuh diri terjadi tak lama setelah kantor Kementerian Pertahanan dibuka. APSerangan bom bunuh diri terjadi tak lama setelah kantor Kementerian Pertahanan dibuka.
EditorErvan Hardoko
MANILA, KOMPAS.com — Pemerintah Filipina, Senin (9/12/2013), melarang warga negaranya untuk mencari pekerjaan di Yaman. Larangan itu dikeluarkan menyusul sebuah serangan militan yang menewaskan puluhan orang termasuk tujuh pekerja kesehatan Filipina.

Menteri Luar Negeri Albert del Rosario menambahkan, pemerintah juga berencana untuk membawa pulang sekitar 1.000 warga Filipina yang kini bekerja di Yaman sebagai tenaga medis dan pekerja konstruksi.

Rosario menambahkan, departemen tenaga kerja segera menerapkan larangan penuh bagi warga Filipina yang akan bekerja ke Yaman. Oleh karena itu, warga Filipina yang akan bepergian ke Yaman, untuk tujuan bekerja atau tujuan lainnya, diharap menunda rencana mereka.

Serangan, yang terjadi pada Sabtu (7/12/2013) di Kementerian Pertahanan Yaman dilakukan oleh militan Saudi, menewaskan 56 orang termasuk tujuh warga Filipina.

Pemerintah Filipina mengecam keras serangan itu dan menyebutnya sebagai sebuah tindakan "tak berperasaan dan barbar", serta menyerukan Pemerintah Yaman segera menangkap dalang di balik serangan tersebut.

Sekitar 10 juta warga Filipina bekerja di luar negeri, sebagian besar menjadi pembantu rumah tangga, pekerja kasar, dan pelaut.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X