Kompas.com - 13/11/2013, 15:28 WIB
EditorErvan Hardoko

SYDNEY, KOMPAS.com — Kebanyakan negara bekas jajahan Inggris yang bergabung dalam persemakmuran masih mengkriminalisasi hubungan sesama jenis atau homoseksual. Dari 53 negara anggota persemakmuran, 41 di antaranya memandang homoseksual sebagai kejahatan.

Demikian laporan yang dirilis LSM Kaleidoscope Human Rights Foundation Australia. Menurut Dr Douglas Pretsell, salah seorang penulis laporan itu, data ini sangat mengkhawatirkan.

Jika sekitar 80 persen negara persemakmuran menganggap homoseksual ilegal, justru hanya sekitar 25 persen negara-negara lain yang berpandangan sama.

Pretsell berharap, pertemuan kepala pemerintahan negara persemakmuran di Mauritius tahun 2015 mendatang akan mengubah Undang-Undang Antisodomi yang banyak berlaku di negara persemakmuran.

"Masalah utama yang harus diubah adalah masih banyaknya negara yang memberlakukan UU Antisodomi," katanya. "Undang-undang ini ada di Inggris, dan negara-negara bekas koloninya pun memberlakukan undang-undang serupa."

Saat ini, sudah ada 15 negara di dunia yang melegalkan pernikahan sesama jenis secara nasional. Menurut Dr Pretsell, tren di kawasan Asia Pasifik berbeda di setiap negara. "Jika melihat Malaysia, partai yang berkuasa sangat antihomoseksual," katanya.

Namun, jika melihat Singapura, meskipun homoseksual masih ilegal, pawai kaum gay dan lesbian tidak mendapat hambatan.

Undang-Undang Antisodomi, menurut dia, terkait dengan agama. "Di negara Muslim, ada undang-undang yang antigay, dan di negara Kristen mereka menolak perubahan," kata Pretsell.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.