Pangeran Charles Kurang Berminat Jadi Raja Inggris?

Kompas.com - 25/10/2013, 18:31 WIB
Pangeran Charles menyapa seorang warga kota Aucklan, Selandia Baru dalam kunjungannya ke negara itu. Greg Bowker / POOL / AFPPangeran Charles menyapa seorang warga kota Aucklan, Selandia Baru dalam kunjungannya ke negara itu.
EditorErvan Hardoko
LONDON, KOMPAS.com — Pangeran Charles yang bergelar Pangeran Wales dikabarkan tak terburu-buru ingin menjadi raja Inggris karena jabatan itu akan menjadi semacam "penjara" bagi dirinya.

Kabar ini diperoleh majalah Time dalam wawancara dengan salah satu anggota pengurus rumah tangga Pangeran Charles.

Editor majalah terbitan AS itu, Catherine Meyer, mewawancarai lebih dari 50 orang kawan dekat Pangeran Charles dan para stafnya dalam tulisan menjelang ulang tahun ke-65 Charles yang jatuh bulan depan.

Selain itu, Catherine juga mendapat sesi khusus wawancara dengan sang pangeran.

Dari hasil wawancara itu, Mayer menyimpulkan, Charles menyadari saat dia menerima mahkota kerajaan maka dia harus meninggalkan sederet kegiatan dan proyek yang sudah dikerjakannya selama bertahun-tahun.

"Dia sangat jauh dari menginginkan mahkota. Dia sudah merasakan beban dan dampaknya terhadap semua pekerjaan yang sudah dilakukannya," kata Mayer.

Dalam tulisannya itu, Mayer menambahkan, selama ini publik salah menduga bahwa Charles dianggap sudah tak sabar lagi menjadi raja Inggris.

Tulisan di majalah Time ini membuat juru bicara Clarence House, istana tempat tinggal resmi Pangeran Charles, harus membuat bantahan.

"Itu bukan pandangan resmi Pangeran Wales dan tidak seharusnya dianggap sebagai perkataan beliau karena dia tidak pernah mengatakan hal itu," kata juru bicara Clarence House.

"Pangeran sangat mendukung ratu sepanjang hidupnya dan semua tugas serta kegiatan amal yang dilakukannya selalu ditujukan untuk mendukung ratu," tambah juru bicara itu.

Pangeran Charles kehilangan popularitasnya sejak kematian mantan istrinya, Putri Diana, dalam kecelakaan lalu lintas di Paris pada 1997. Namun, belakangan popularitas Pangeran Charles mulai membaik.

Meski demikian, sejumlah jajak pendapat menunjukkan bahwa sebagian besar warga Inggris menginginkan Pangeran William (31) bisa "melompati" ayahnya untuk menduduki takhta Kerajaan Inggris.



Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X