Kompas.com - 18/10/2013, 19:39 WIB
Presiden AS Barack Obama saat memberikan pidato di Gedung Putih, Kamis (17/10/2013) malam. SAUL LOEB / AFPPresiden AS Barack Obama saat memberikan pidato di Gedung Putih, Kamis (17/10/2013) malam.
EditorErvan Hardoko
WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Presiden AS Barack Obama, Kamis (17/10/2013) malam waktu AS, mengatakan, perselisihan anggaran yang mengakibatkan "shutdown" pemerintahan, merusak kredibilitas AS dan membuat rakyat AS muak terhadap Washington.

Pernyataan ini disampaikan Obama dalam pidato dari Gedung Putih, 11 jam setelah dia menandatangani undang-undang yang mengakhiri "shutdown" pemerintahan selama 16 hari.

Kesepakatan di menit-menit terakhir di Senat dan Kongres AS hanya memberikan perbaikan sementara dan tidak menyelesaikan isu fundamental terkait defisit anggaran yang memecah Republik dan Demokrat.

"Mari kita pahami bersama, tak ada pemenang dalam masalah ini. Rakyat Amerika sudah benar-benar muak terhadap Washington," kata Obama.

Obama menambahkan, penutupan sebagian pemerintahan dan buntunya pembicaraan anggaran menimbulkan kerusakan yang tak seharusnya muncul terhadap perekonomian AS dan menghancurkan kredibilitas negeri itu di seluruh dunia.

Kini, Obama harus memberi kepastian kepada semua pemerintah dan investor di seluruh dunia bahwa kredibilitas AS tak perlu dipertanyakan. "Kita akan bangkit dari masalah ini. Kita selalu bisa bangkit," ujar Obama.

Namun, Obama mengingatkan, cara Washington menyelesaikan bermacam-macam masalah sudah saatnya diubah.  Dengan kesepakatan anggaran yang hanya menjamin operasional pemerintah hingga 15 Januari 2014 dan peningkatan pagu utang yang hanya hingga 17 Februari 2014, anggota Kongres harus menyepakati cetak biru sistem fiskal jangka panjang.

Obama menyerukan agar pemimpin kedua partai politik bekerja sama tak hanya soal proposal anggaran, tetapi juga untuk reformasi imigrasi dan masalah-masalah lain yang menyebabkan perdebatan di kongres.

"Saya paham kita tidak akan begitu saja sepakat untuk semua hal setelah awan krisis berakhir. Demokrat dan Republik masih berbeda pendapat atas banyak hal," kata Obama.

"Terkadang kita terlalu jauh berbeda hanya untuk mencapai kesepakatan. Namun, seharusnya perbedaan itu tidak menghalangi kesepakatan di masalah yang harus kita sepakati," lanjut dia.

Hal terpenting yang harus diselesaikan anggota Kongres adalah mencapai kesepakatan soal anggaran.

"Sehingga tidak akan ada kemacetan lagi awal tahun depan saat tenggat waktu untuk langkah sementara ini habis," Obama menegaskan.



Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X