Kompas.com - 12/10/2013, 16:06 WIB
Erich Priebke (1996), kiri, saat mengikuti sidang atas dirinya di Italia. APErich Priebke (1996), kiri, saat mengikuti sidang atas dirinya di Italia.
EditorEgidius Patnistik
Argentina mengatakan pihaknya tidak akan menerima jenazah terpidana penjahat perang Nazi, Erich Priebke, yang meninggal dunia di Italia, Jumat (11/10).

Priebke melarikan diri ke Argentina setelah Perang Dunia II dan tinggal selama hampir empat puluh tahun di Argentina sebelum memiliki identitas resmi pada 1994. Dia kemudian diekstradisi ke Italia dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Dia meninggal dunia pada usia 100 tahun di Italia, Jumat kemarin, kata pengacaranya kepada media Italia.

Seorang pejabat Italia mengatakan, jenazah Priebke akan dimakamkan di samping makam istrinya di Argentina. Namun demikian, Menteri Luar Negeri Argentina Hector Timerman, dalam pesan Twitternya, mengatakan bahwa pemakamam Priebke di Argentina tidak akan terjadi.

Dia mengatakan, Argentina tidak akan memaafkan atau melupakan penjahat perang Nazi yang terbukti melakukan genosida.

Pelaku Pembantaian

Setelah diekstradisi ke Italia, dia diadili dan divonis hukuman penjara seumur hidup, pada 1996. Tetapi karena usia dan kesehatannya yang terus memburuk, dia diizinkan menjalani hukuman dalam tahanan rumah di Roma.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Priebke dinyatakan bersalah memerintahkan pembantaian lebih dari tiga ratus orang warga sipil di Roma, Italia, selama Perang Dunia II.

Meskipun Priebke mengakui perannya dalam pembantaian itu, dia tidak pernah mengungkapkan penyesalan.

Pada bulan Juli lalu, sebuah asosiasi yang mewakili keluarga dari beberapa korban pembantaian menyerukan agar Priebke "meminta maaf".

Dia diekstradisi ke Italia pada tahun 1994 setelah dia diketahui bekerja sebagai guru sekolah di Argentina .

Keberadaannya berhasil dilacak oleh seorang wartawan Amerika yang bekerja untuk ABC News. Dalam sebuah wawancara, dia mengakui perannya dalam pembantaian tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X