OPCW, Terkenal Tak Tenar lantaran Kerja di Belakang Layar

Kompas.com - 11/10/2013, 17:47 WIB
Sebuah foto yang diambil dari video yang diunggah ke situs YouTube menampilkan warga Suriah tengah memakamkan secara massal korban serangan senjata kimia yang diklaim dilakukan pasukan pemerintah di dekat kota Damaskus. Oposisi mengklaim korban serangan ini mencapai 1.300 orang.
DSK / Local Committee of Arbeen / AFPSebuah foto yang diambil dari video yang diunggah ke situs YouTube menampilkan warga Suriah tengah memakamkan secara massal korban serangan senjata kimia yang diklaim dilakukan pasukan pemerintah di dekat kota Damaskus. Oposisi mengklaim korban serangan ini mencapai 1.300 orang.
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com — Begitu mendapat informasi kalau peraih Nobel Perdamaian 2013 adalah Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), banyak khalayak pasti terhenyak. "Makhluk"apakah OPCW itu?

Nama OPCW, tulis AP pada Jumat (11/10/2013), menjadi sorotan lantaran lembaga yang bernaung di bawah Dewan Keamanan (DK) PBB itu tengah bertugas untuk memusnahkan senjata kimia Suriah. OPCW berbasis di Den Haag, Belanda.

Catatan menunjukkan, OPCW berdiri pada 1997. Tugas lembaga ini adalah mengejawantahkan amanat Konvensi tentang Senjata Kimia yang diteken pada 13 Januari 1993.

OPCW memunyai tenggat hingga semester pertama 2014 untuk membantu Suriah memusnahkan senjata kimianya. Hingga kini, OPCW sudah menugaskan 30 pakar senjata kimianya ke Damaskus.     

Di belakang layar

Kerja OPCW memang acap di belakang layar, meski di belakang OPCW sudah ada 190 negara yang meneken konvensi itu. Secara rinci, tugas OPCW melakukan inspeksi sekaligus membantu negara-negara memusnahkan persenjataan kimia mereka.

Seluruh kerja OPCW menjadi laporan pengambilan keputusan DK PBB. Makanya, secara resmi, OPCW memang tak pernah tampil di muka publik. Semuanya di bawah bendera DK PBB.

Konvensi itu sendiri dengan tegas melarang pembuatan, penyimpanan, sekaligus penggunaan senjata kimia. Contoh senjata kimia yang terkena larangan ini adalah gas sarin.

Di antara penandatangan konvensi, hanya Israel dan Myanmar yang belum meratifikasi peraturan itu di parlemen masing-masing. Lalu, Taiwan yang berhasrat meratifikasi terganjal penolakan PBB atas status.

Lalu, di antara para peneken itu, Iran mendapat tudingan menyimpan senjata kimia ilegal. Sebaliknya, AS dan Rusia malahan emoh menghancurkan senjata kimia mereka.

Problem mendesak OPCW memang mendapat batu sandungan dari anggotanya sendiri. Padahal, seluruhnya sudah seiya sekata bakal memusnahkan senjata kimia sejak 2000 silam.

 

SYRIAN TELEVISION / AFP Gambar yang diambil dari siaran televisi pemerintah Suriah ini menampilkan salah seorangn petugas OPCW tengah bekerja di salah satu lokasi penyimpanan senjata kimia Suriah. Selama 10 hari terakhir tim OPCW sudah mendatangi tiga lokasi penyimpanan senjata kimia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Internasional
MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Internasional
Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Internasional
Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Internasional
Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Internasional
[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X