Kompas.com - 11/10/2013, 17:47 WIB
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com — Begitu mendapat informasi kalau peraih Nobel Perdamaian 2013 adalah Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), banyak khalayak pasti terhenyak. "Makhluk"apakah OPCW itu?

Nama OPCW, tulis AP pada Jumat (11/10/2013), menjadi sorotan lantaran lembaga yang bernaung di bawah Dewan Keamanan (DK) PBB itu tengah bertugas untuk memusnahkan senjata kimia Suriah. OPCW berbasis di Den Haag, Belanda.

Catatan menunjukkan, OPCW berdiri pada 1997. Tugas lembaga ini adalah mengejawantahkan amanat Konvensi tentang Senjata Kimia yang diteken pada 13 Januari 1993.

OPCW memunyai tenggat hingga semester pertama 2014 untuk membantu Suriah memusnahkan senjata kimianya. Hingga kini, OPCW sudah menugaskan 30 pakar senjata kimianya ke Damaskus.     

Di belakang layar

Kerja OPCW memang acap di belakang layar, meski di belakang OPCW sudah ada 190 negara yang meneken konvensi itu. Secara rinci, tugas OPCW melakukan inspeksi sekaligus membantu negara-negara memusnahkan persenjataan kimia mereka.

Seluruh kerja OPCW menjadi laporan pengambilan keputusan DK PBB. Makanya, secara resmi, OPCW memang tak pernah tampil di muka publik. Semuanya di bawah bendera DK PBB.

Konvensi itu sendiri dengan tegas melarang pembuatan, penyimpanan, sekaligus penggunaan senjata kimia. Contoh senjata kimia yang terkena larangan ini adalah gas sarin.

Di antara penandatangan konvensi, hanya Israel dan Myanmar yang belum meratifikasi peraturan itu di parlemen masing-masing. Lalu, Taiwan yang berhasrat meratifikasi terganjal penolakan PBB atas status.

Lalu, di antara para peneken itu, Iran mendapat tudingan menyimpan senjata kimia ilegal. Sebaliknya, AS dan Rusia malahan emoh menghancurkan senjata kimia mereka.

Problem mendesak OPCW memang mendapat batu sandungan dari anggotanya sendiri. Padahal, seluruhnya sudah seiya sekata bakal memusnahkan senjata kimia sejak 2000 silam.

 

SYRIAN TELEVISION / AFP Gambar yang diambil dari siaran televisi pemerintah Suriah ini menampilkan salah seorangn petugas OPCW tengah bekerja di salah satu lokasi penyimpanan senjata kimia Suriah. Selama 10 hari terakhir tim OPCW sudah mendatangi tiga lokasi penyimpanan senjata kimia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.