Kompas.com - 27/09/2013, 17:33 WIB
Pasukan Filipina menembaki posisi pemberontak MNLF yang bertahan di permukiman penduduk di sekitar kota Zambonga, Filipina Selatan. Krisis bersenjata ini sudah berlangsung lima hari sejak pasukan pemberontak MNLF menyusup ke kota Zamboanga dan mencoba menguasai balai kota. TED ALJIBE / AFPPasukan Filipina menembaki posisi pemberontak MNLF yang bertahan di permukiman penduduk di sekitar kota Zambonga, Filipina Selatan. Krisis bersenjata ini sudah berlangsung lima hari sejak pasukan pemberontak MNLF menyusup ke kota Zamboanga dan mencoba menguasai balai kota.
EditorErvan Hardoko
ZAMBOANGA, KOMPAS.com - Militer Filipina, Jumat (27/9/2013), mengatakan mereka telah menyelamatkan sandera terakhir yang ditahan pemberontak Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) di Zamboanga, pulau Mindanao.

"Kami sudah selamatkan enam sandera terakhir yang ditahan pemberontak. Kami memastikan ada 195 sandera," kata juru bicara militer Letnan Kolonel Ramon Zagala dalam jumpa pers di Zamboanga.

Selain itu, lanjut Zagala, sebanyak sekitar 300 orang pemberontak menyerah atau ditangkap pasukan pemerintah Filipina.

Meski demikian, situasi kota Zamboanga belum sepenuhnya pulih setelah dicekam baku tembak selama tiga pekan.

Suara tembakan masih terdengar secara sporadis di beberapa lokasi dan dua ledakan keras terdengar di kawasan di mana pasukan khusus Filipina melakukan penggeledahan dari rumah ke rumah.

Kekerasan ini dikhawatirkan membuat investor enggan menanamkan modalnya di kawasan miskin namun kaya sumber daya alam di wilayah selatan Filipina ini.

Aksi kekerasan ini juga memunculkan pertanyaan soal kemampuan pemerintah Filipina dalam menangani masalah seperti ini.

"Saya kira masalah ini menjadi aib bagi pemerintah. Sekelompok orang bersenjata menguasai sebagian besar wilayah sebuah kota selama tiga pekan," kata konsultan keamanan Pacific Strategies and Assessments Richard Jacobson.

Konflik di Zamboanga ini juga memunculkan keraguan atas upaya pemerintah Filipina mengakhiri pemberontakan warga Muslim yang sudah berlangsung selama 40 tahun.

Selama 40 tahun itu, 120.000 orang tewas dan dua juta orang lainnya terpaksa meninggalkan kampung halamannya dan menciptakan sebuah siklus krisis kemanusiaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.