Wajibkan Pramugari Melapor Saat Akan Menikah, Qatar Airways Dikecam

Kompas.com - 25/09/2013, 20:40 WIB
Pramugari Qatar Airways. Al ArabiyaPramugari Qatar Airways.
EditorErvan Hardoko
DOHA, KOMPAS.com — Manajemen Qatar Airways mendapatkan kritik tajam, Rabu (25/9/2013), setelah dituding memaksa para pramugari meminta izin perusahaan jika mereka memutuskan untuk menikah.

Dalam sebuah laporan yang dirilis Federasi Pekerja Transportasi Internasional (ITF), Qatar Airways juga diketahui memerintahkan pekerja perempuannya untuk memberi tahu atasan mereka jika mereka mengandung.

Menurut ITF, keharusan melaporkan niat menikah itu tercantum dalam kontrak kerja para pekerja perempuan Qatar Airways.

"Anda diharuskan meminta izin perusahaan jika Anda berkeinginan untuk mengubah status pernikahan atau akan menikah," demikian kalimat di dalam kontrak kerja itu.

Soal kehamilan pekerja perempuan juga dicantumkan dalam kontrak kerja.

"Para pekerja perempuan harus memberi tahu atasan jika mereka tengah mengandung sejak yang bersangkutan mengetahui kondisinya itu. Perusahaan berhak memutus kontrak kerja di saat kehamilan diberitahukan. Jika pekerja tidak memberitahukan kondisi kehamilannya, maka hal itu dianggap sebagai pelanggaran kontrak."

Sementara itu, sejumlah serikat pekerja masih menunggu respons dari pihak manajemen Qatar Airways.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami sudah sering mendengar kisah dari para pekerja yang pada intinya menyimpulkan Qatar Airways adalah salah satu maskapai penerbangan terburuk di dunia," kata Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja Internasional Sharan Burrow.

"Pekerja perempuan sering dikuntit, dikenai jam malam di penginapan, dan menyuap pekerja agar melaporkan pekerja lainnya," tambah Burrow.

Kondisi kerja seperti ini, lanjut Burrow, sangat buruk apalagi di dalam perusahaan yang mengandalkan rasa saling percaya.

Sejauh ini pihak Qatar Airways belum berkomentar terkait tudingan ITF.

ITF yang mewakili 4,5 jutua pekerja transportasi di 150 negara saat ini berada di Kanada untuk melobi Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) untuk mengambil langkah terhadap maskapai penerbangan yang berbasis di Qatar dan Uni Emirat Arab.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Al Arabiya
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.