Kompas.com - 17/09/2013, 14:31 WIB
Para demonstran Afganistan melempar batu dan meneriakkan slogan setelah membakar sebuah truk, yang diyakini miliki orang asing, dalam sebuah kerusuhan anti-pemerintah di Kabul pada tanggal 24 Juni 2013. Para demonstran berpartisipasi dalam kerusuhan melawan pemerintah Afganistan setelah sebuah bentrokan antara polisi dan orang-orang bersenjata tak dikenal karena perampasan tanah di timur kota Kabul.
AFP PHOTO/Massoud HOSSAINI Para demonstran Afganistan melempar batu dan meneriakkan slogan setelah membakar sebuah truk, yang diyakini miliki orang asing, dalam sebuah kerusuhan anti-pemerintah di Kabul pada tanggal 24 Juni 2013. Para demonstran berpartisipasi dalam kerusuhan melawan pemerintah Afganistan setelah sebuah bentrokan antara polisi dan orang-orang bersenjata tak dikenal karena perampasan tanah di timur kota Kabul.
EditorEgidius Patnistik
KABUL, KOMPAS.COM — Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (HAM), Navi Pillay, Selasa (17/9/2013), menyatakan kekhawatirannya bahwa kemajuan di bidang HAM yang terjadi di Afganistan sejak jatuhnya rezim garis keras Taliban tahun 2001 bakal sirna saat pasukan pimpinan NATO mundur.

Pillay mengatakan dalam kunjungan ke Kabul bahwa ia telah mendengar banyak bukti tentang kondisi hak asasi manusia yang memburuk tajam, terutama terhadap perempuan, meskipun sudah lebih dari satu dekade intervensi internasional dan ada bantuan dana miliaran dollar.

"Saya punya keprihatinan serius bahwa situasi hak asasi manusia di negara itu semakin memburuk," kata Pillay kepada wartawan. "Saya melakukan diskusi panjang dengan para aktivis masyarakat sipil. Mereka telah menjelaskan kepada saya bahwa mereka merasa, keberhasilan selama 12 tahun (terakhir) rentan dan berisiko memburuk."

Pillay, pada kunjungan pertamanya ke Afganistan itu, mengatakan dirinya telah meminta jaminan Presiden Hamid Karzai agar kemajuan dalam hak asasi manusia di negara ultra-konservatif itu dilindungi. "Keprihatinan saya bahwa momentum perbaikan hak asasi manusia mungkin tidak hanya telah mencapai puncaknya, tetapi pada kenyataannya sedang merosot," katanya. "Afganistan harus menguatkan diri untuk memastikan bahwa perubahan yang mengguncang yang akan berlangsung sebelum akhir tahun 2014 tidak memicu kerusakan serius dalam bidang hak asasi manusia."

Afganistan menghadapi pemilu presiden yang berpotensi membuat kondisi tidak stabil pada April tahun depan dan sebanyak 87.000 pasukan tempur NATO yang tersisa yang masih ditempatkan di Afganistan untuk memerangi gerilyawan Taliban akan ditarik pada akhir tahun itu.

Ancaman terhadap perempuan di Afganistan semakin ditegaskan pada Senin kemarin ketika polisi senior di jantung Taliban di selatan negara itu tewas setelah ditembak pembunuh. Perempuan polisi itu tewas beberapa bulan setelah rekannya juga ditembak mati.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.