Australia Selatan Larang Jasa Persalinan oleh Dukun Beranak

Kompas.com - 12/09/2013, 14:10 WIB
Ilustrasi ibu melahirkan ShutterstockIlustrasi ibu melahirkan
EditorEgidius Patnistik
Negara Bagian Australia Selatan akan melarang jasa layanan persalinan yang tidak dilakukan oleh bidan tercatat atau seorang dokter.

Perubahan peraturan ini merespons rekomendasi pengusutan polisi terhadap tiga kasus kematian bayi yang dilahirkan di rumah antara tahun 2007 dan 2011.

Menteri Kesehatan Australia Selatan Jack Snelling mengatakan, orang yang menawarkan jasa bidan persalinan tanpa terdaftar diancam denda sampai 30.000 dollar atau penjara sampai 1 tahun.

"Pemerintah tidak akan berkompromi dalam keselamatan ibu dan bayi. Legislasi yang ada tidak mencegah orang melakukan apa yang biasa dilakukan bidan dalam persalinan, walaupun orang itu bukan dokter ataupun bidan terdaftar," katanya.

Peraturan baru itu, katanya, akan membatasi kemungkinan bahaya persalinan yang dilakukan orang yang tidak punya kualifikasi dan pelatihan.

Menurut Snelling, para praktisi terdaftar harus memberi informasi mengenai risiko persalinan kepada calon ibu untuk memastikan mereka bisa mengambil keputusan.

"Ini adalah cara untuk menjamin di mana pun seorang perempuan memilih melahirkan, di rumah sakit maupun di rumah, mereka mendapatkan perawatan yang aman dan semestinya dari seorang profesional," katanya.

Peraturan ini tidak akan berlaku kepada orang yang memberi bantuan kepada wanita hamil dalam persalinan darurat. Pemerintah Australia Selatan berharap perubahan ini bisa diberlakukan menjelang akhir tahun.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X