Kompas.com - 09/09/2013, 17:48 WIB
Pasukan Filipina mengambil posisi di sejumlah sudut jalan di kota Zamboanga, mengepung pasukan pemberontak MILF yang menyandera puluhan warga kota dalam sebuah serangan yang dilakukan pada Senin (9/9/2013) dini hari. AP PhotoPasukan Filipina mengambil posisi di sejumlah sudut jalan di kota Zamboanga, mengepung pasukan pemberontak MILF yang menyandera puluhan warga kota dalam sebuah serangan yang dilakukan pada Senin (9/9/2013) dini hari.
EditorErvan Hardoko
ZAMBOANGA, KOMPAS.com — Pasukan Filipina, Senin (9/9/2013), menghadapi kebuntuan dengan pemberontak Muslim bersenjata yang menewaskan enam orang dan menyandera 20 orang di kota pelabuhan Zamboanga di sebelah selatan negeri itu.

Juru bicara militer Letnan Kolonel Ramon Zagala menyatakan, Manila mengerahkan pasukan bersenjata lengkap ke Zamboanga setelah sekitar 200-300 orang anggota Front Nasional Pembebasan Moro (MNLF) yang menyerbu enam desa pesisir di Zamboanga saat dini hari.

"Mereka mencoba menyerbu balai kota dan kami tak akan membiarkan itu," kata Zagala dalam jumla pers di Manila sambil menambahkan dua anggota MNLF sudah ditangkap.

Presiden Filipina Benigno Aquino mengecam serangan maut itu, yang oleh sejumlah pengamat diyakini adalah bagian dari upaya menyabotase pembicaraan dama untuk mengakhiri pemberontakan MNLF yang sudah berlangsung 42 tahun.

"Pemerintah merespon situasi itu dengan cara mengurangi risiko untuk warga sipil tak berdosa dan mengembalikan suasana damai serta ketertiban di Zamboanga sesegera mungkin," ujar juru bicara kepresidenan, Edwin Lacerda.

Sementara itu di Zamboanga, kota berpenduduk satu juta jiwa itu, ledakan masih terdengar, jalan-jalan kota terlihat sepi, sekolah, kantor-kantor hingga bandara ditutup akibat insiden ini.

Pasukan keamanan swasta dan militer bersenjata lengkap terlihat menjaga ketat bandara, hotel, bank, dan gedung-gedung penting lainnya.

"Kami masih bisa mendengar suara tembakan sporadis. Kami tidak tahu apakah tembakan itu dilepaskan pasukan pemerintah atau pemberontak MNLF," kata Ramon Bocoy, seorang pegawai balai kota Zamboanga.

Sementara itu, Wali Kota Zamboanga Isabelle Climaco-Salazar mengatakan, dua anggota aparat keamanan dan empat warga sipil tewas. Selain itu, 1.500 orang memilih meninggalkan kediamannya mencari tempat yang lebih aman.

Serangan ini terjadi di saat Pemerintah Filipina dan Front Pembebasan Islam Moro (MILF) bersiap untuk kembali menggelar pembicaraan damai untuk merancang kesepakatan politik yang akan ditandatangani Presiden Aquino sebelum masa jabatannya habis pada 2016.

Setelah kesepakatan awal ditandatangani tahun lalu, negosiasi berikutnya ditujukan untuk memantapkan pembagian wewenang antara pemerintah nasional dan MILFP yang akan mengepalai sebuah pemerintahan otonomi.

Pembicaraan lain yang sedang berlangsung adalah cara melucuti persenjataan sekitar 12.000 anggota gerilyawan MILF.

Baca tentang


Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X