Kompas.com - 05/09/2013, 16:15 WIB
Kapal induk AS, USS Harry Truman. wikipediaKapal induk AS, USS Harry Truman.
EditorErvan Hardoko
TEHERAN, KOMPAS.com — Iran, Kamis (5/9/2013), menegaskan tetap mendukung Suriah "hingga akhir" dalam menghadapi kemungkinan serangan militer AS dan sekutunya. Demikian pernyataan komandan pasukan elite Iran, Quds Qassem Soleimani.

"Tujuan AS bukan untuk melindungi hak asasi manusia, melainkan untuk menghancurkan garis depan perlawanan (terhadap Israel)," kata Soleimani.

"Kami akan mendukung Suriah hingga akhir," lanjut Soleimani dalam sebuah pidato di hadapan Dewan Pakar, sebuah lembaga yang menjadi penasihat pemimpin spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Namun, Soleimani tidak menerangkan dengan rinci dukungan seperti apa yang akan diberikan. Terlebih lagi, Iran selalu membantah tudingan Barat yang menuduh negeri itu mengirim senjata dan pasukan untuk mendukung rezim Bashar al-Assad.

Setahun lalu, pemimpin pasukan garda revolusi Iran, Mohammad Ali Jafari, mengatakan, anggota pasukan Quds dari unit operasi luar negeri berada di Suriah hanya untuk memberikan "nasihat dan saran" bagi militer Suriah.

Sementara itu, Menhan Iran Hossein Dehqan menampik negerinya sudah mengirim pasukan dan senjata untuk Suriah.

"Suriah tidak membutuhkan senjata dari kami karena Suriah sudah memiliki sistem anti-serangan udara," ujar Dehqan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara Presiden Hassan Rohani menegaskan, Iran akan melakukan apa pun untuk mencegah serangan militer terhadap rezim Assad.

"Setiap serangan terhadap Suriah tak hanya bertentangan dengan kepentingan kawasan, tetapi juga bertentangan dengan sekutu AS di kawasan ini," kata Rohani.

"Serangan militer tidak akan membantu siapa pun," tambah Rohani.

Sejumlah negara barat menuding Suriah mendalangi serangan senjata kimia pada 21 Agustus lalu di dekat Damaskus, yang oleh AS diklaim menewaskan lebih dari 1.400 orang.

Presiden Obama saat ini sedang menunggu dukungan Kongres dan komunitas internasional terkait rencana serangan militer AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.