Kompas.com - 02/09/2013, 08:31 WIB
EditorErvan Hardoko
WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Kapal induk bertenaga nuklir milik AS, USS Nimitz dan sejumlah kapal perang dalam gugus tugasnya dikabarkan tengah menuju Laut Merah untuk mendukung rencana serangan militer terbatas AS ke Suriah, jika dibutuhkan. Demikian pernyataan sejumlah pejabat AS, Minggu (1/9/2013).

Gugus tugas USS Nimitz yang diperkuat empat kapal perusak dan sebuah kapal penjelajah, tidak diperintah secara spesifik untuk bergerak ke Laut Tengah, namun bergerak menuju ke Laut Arab.

Di sana USS Nimitz akan bersiaga sehingga jika dibutuhkan kapal-kapal perang ini bisa bergerak cepat ke perairan yang terdekat dengan Suriah.

Belum diketahui kapan USS Nimitz akan tiba di Laut Merah, namun hingga Minggu malam gugus tugas Nimitz belum tiba di lokasi.

"Ini adalah upaya memperkuat aset militer kami dengan menempatkan kapal-kapal itu di posisinya sehingga mereka bisa dikerahkan saat dibutuhkan," kata seorang pejabat.

Kekuatan angkatan laut AS di Laut Mediterania bertambah hingga dua kali lipat dalam sepekan terakhir, dengan menambah dua kapal perusak untuk memperkuat tiga kapal lainnya yang secara rutin berpatroli di kawasan itu.

Jika digabungkan, kelima kapal perusak itu secara total membawa 200 buah rudal jarak menengah Tomahawk.

Gugus tugas Nimitz selama ini berada di Samudera Hindia, untuk mendukung operasi militer AS di Afganistan. Namun, sebenarnya Nimitz dijadwalkan untuk pulang ke pangkalannya di Everett, Washington setelah digantikan USS Harry S Truman.

Namun, akibat perkembangan situasi di Suriah, maka para petinggi militer AS memutuskan untuk menunda dulu jadwal "pulang kampung" Nimitz dan mengirimnya ke Laut Merah.

Amerika Serikat juga mengirim USS San Antonio, sebuah kapal amfibi dengan 300 prajurit marinir di dalamnya serta memiliki peralatan komunikasi canggih, untuk bergabung dengan lima perusak yang sudah terlebih dahulu berada di Laut Tengah.

Satu kapal lain yang juga disiapkan adalah USS Kearsarge, sebuah kapal amfibi dengan dek pendaratan lebar. Kapal ini juga dikirim ke Laut Tengah setelah rehat sejenak di Uni Emirat Arab.

USS Kearsarge membawa 6 pesawat jey AV-8B Harrier, 10-12 buah V-22 Ospres dan sejumlah helikopter. Kapal ini memainkan peran penting dalam serangan ke Libya 2011.

Dua pesawat Osprey yang diterbangkan dari USS Kearsarge menyelamatkan seorang pilot F-15 yang ditembak jatuh dalam operasi militer di Libya itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.