Kompas.com - 29/08/2013, 10:29 WIB
EditorErvan Hardoko
TUNIS, KOMPAS.com — Pemerintah Tunisia, Rabu (28/8/2013) mengatakan, kelompok Al-Qaeda telah memerintahkan kepada kelompok radikal Islam Tunisia untuk mengganggu stabilitas negeri itu.

Pernyataan ini disampaikan Menteri Dalam Negeri Lotfi Ben Jeddou dalam sebuah jumpa pers di ibu kota Tunis menyusul pernyataan kelompok Ansar al-Shariah sehari sebelumnya.

Dalam jumpa pers itu, Ben Jeddou menggelar berbagai bukti, termasuk rekaman pengakuan dan sebuah dokumen yang diyakini ditulis pimpinan Ansar al-Shariah Seifallah Ben Hassine yang menyatakan persekutuan dengan Al-Qaeda.

Dalam jumpa pers itu juga diputar rekaman video berisi pengakuan anggota Ansar al-Shariah Mohammed Akkari.

Akkari ikut bertempur melawan pasukan AS di Irak pada 2004 sebelum tertangkap dan ditahan di penjara Abu Ghraib yang mengerikan itu.

Dia kemudian diekstradisi ke Tunisia dan melanjutkan hukuman penjaranya di negeri itu. Akkari dibebaskan ketika revolusi penggulingan Presiden Ben Ali bersama dengan Ben Hassine dan sejumlah anggota kelompok radikal itu.

Dalam jumpa pers, Ben Jeddou mengatakan, Ansar al-Shariah terlibat dalam pembunuhan dua politisi sayap kiri Tunisia yang menyeret negeri itu ke dalam sebuah krisis politik baru.

"Terdapat bukti Ansar al-Sharia mengincar 20 tokoh publik lain, termasuk ketua parlemen, mantan pemimpin rezim lama, dan sejumlah tokoh oposisi," papar Ben Jeddou.

Setelah revolusi 2011, Tunisia kerap dihantam serangan teroris, pembunuhan politik, dan kebangkitan kelompok salafi dalam transisi negeri itu menuju demokrasi.

Ennahda, partai berhaluan Islam moderat  yangmemenangkan pemilu dan saat ini berkuasa di Tunisia. Namun, sebagian kalangan menuding Ennahda tutup mata terhadap kebangkitan kelompok salafi yang dikenal keras.

Namun, belakangan pemerintahan Ennahda telah mengambil sejumlah langkah keras terhadap kelompok-kelompok radikal Tunisia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Al Arabiya
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.