Kompas.com - 09/08/2013, 09:34 WIB
Sejumlah WNA yang diamankan karena diduga mencoba mencari suaka ke Australia secara ilegal saat berada di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2013) Alsadad RudiSejumlah WNA yang diamankan karena diduga mencoba mencari suaka ke Australia secara ilegal saat berada di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2013)
|
EditorEgidius Patnistik

SYDNEY, KOMPAS.COM - Para pencari suaka yang masih berada di Indonesia dilaporkan memang meminta kembali uang mereka karena kebijakan terbaru pencari suaka di Australia. Australia baru-baru ini menandatangani MOU dengan Papua Nugini (PNG) untuk mengirim seluruh pencari suaka ke sana dan akan dimukimkan di PNG bila mereka terbukti adalah pengungsi sungguhan.

Menurut laporan ABC, Jumat (9/8), berita mengenai kebijakan terbaru Australia tersebut sudah sampai ke Cisarua, yang sekarang menjadi "markas" ribuan pencari suaka dari berbagai negara. ABC mengatakan bahwa beberapa pencari suaka telah meminta kembali uang mereka dari para penyeludup, dan berhasil mendapatkan kembali dana yang sudah dibayarkan. Para pencari suaka yang meminta uang kembali ini kebanyakan berasal dari Iran, yang sekarang mengatakan akan kembali ke negara asal mereka, karena tidak mau dimukimkan di Papua Nugini.

Namun di kalangan pencari suaka asal Afghanistan, kebijakan terbaru ini masih menimbulkan kebingungan, dengan beberapa diantara mereka masih berusaha pergi ke Australia dengan kapal. Para lelaki muda Afghanistan sudah mengetahui adanya perubahan kebijakan namun masih mempertimbangkan untuk pergi ke Australia karena diberitahu oleh para penyeludup manusia bahwa kasus mereka akan diterima oleh Australia.

Menurut ABC, para penyeludup manusia mengatakan bahwa Australia masih akan menerima warga dari Pakistan dan Afghanistan karena kasus mereka lebih "berat". Seorang remaja berusia 17 tahun asal Afghanistan mengatakan kepada BBC bahwa dia berharap akan tiba di Australia. "Para agen dan beberapa teman saya mengatakan semua ini hanya bohong. Orang-orang tidak dikirim ke PNG, mereka yang tiba di Pulau Christmas akan dimukimkan di Australia." katanya.

Menurut laporan koresponden Kompas.com di Australia L Sastra Wijaya, pemerintah Australia sebelumnya mengatakan kebijakan garis keras mereka mulai mencapai hasil yang mereka harapkan. Hari Selasa, Menteri Imigrasi Australia Tony Burke menyaksikan penandatanganan MOU oleh Menlu PNG Rimbink Pato di Port Moresby. Menurut Burke, dengan itu, maka kebijakan terbaru ini sekarang resmi terjadi antara Australia dan Papua Nugini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X