Semoga Zimbabwe Tak Miskin Melulu!

Kompas.com - 31/07/2013, 13:55 WIB
Presiden Zimbabwe Robert Mugabe (bertopi merah) memotong kue ulang tahunnya bersama keluarganya. Terlihat dalam foto ini putrinya Chatunga Mugabe (kedua dari kiri) dan Bona Mugabe (sebelah kiri Mugabe) saat merayakan ulang tahun ke-89 sang diktator. JEKESAI NJIKIZANA / AFPPresiden Zimbabwe Robert Mugabe (bertopi merah) memotong kue ulang tahunnya bersama keluarganya. Terlihat dalam foto ini putrinya Chatunga Mugabe (kedua dari kiri) dan Bona Mugabe (sebelah kiri Mugabe) saat merayakan ulang tahun ke-89 sang diktator.
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com — Pemilihan umum presiden di Zimbabwe pada Rabu (31/7/2013) merupakan perhelatan sekaligus harapan agar negeri di Afrika ini bisa bangkit dari kemiskinan. Paling tidak, tulis AP, Zimbabwe bangkit dari keterpurukan ekonomi untuk lima tahun ke depan.

Catatan menunjukkan, Zimbabwe yang beribu kota di Harare ini berpopulasi 13 juta jiwa. Dari jumlah itu, 98 persennya adalah orang Afrika dari berbagai suku seperti Shona dan Ndebele. Sementara, sisanya adalah campuran dan keturunan Asia.

Sejatinya, Zimbabwe bernama asal Rhodesia. Negeri yang terletak di Selatan Afrika ini
memperoleh kemerdekaan dari penjajah Inggris. Baru pada 1980, Zimbabwe memiliki pemerintahan yang seluruhnya warga kulit hitam.

Zimbabwe pernah mempunyai masa lalu yang makmur. Namun, kontraksi ekonomi mulai menghantam negeri ini pada periode 1998-2008. Produk domestik brutonya (GDP) susut separuh lebih. Zimbabwe pun mengalami hiperinflasi. Meski mengikuti dolarisasi alias penggantian mata uang lokal ke dollar, reduksi inflasi yang tercapai cuma 10 persen.

Catatan dari Badan Statistik Zimbabwe (Zimstat) menunjukkan hanya 4,4 persen dari penduduk negeri itu yang pendapatan per bulannya mencapai 800 dollar AS. Mayoritas rakyat Zimbabwe cuma punya penghasilan bulanan di rerata 351 dollar AS.

Tak hanya itu, sudah 33 tahun lamanya Zimbabwe hanya diperintah oleh satu orang presiden. Robert Mugabe namanya. Alhasil, tudingan korupsi, manipulasi, dan nepotisme plus kolusi bak kelaziman di negeri itu.

Pada pemilu kali ini, Robert Mugabe akan berhadapan dengan perdana menteri petahana Morgan Tsvangirai. Tokoh ini awalnya memang sejalan dengan Mugabe. Namun, setelah jajak pendapat berdarah pada 2008, keduanya menemukan banyak ketidakcocokan.

Tak cuma itu, Tsvangirai terganjal perkara korupsi dan skandal seks. Korupsi yang ditudingkan ke arah Tsvangirai itu terjadi di partainya, Gerakan Perubahan Demokratik (MDC).

Ada sekitar 6,4 juta pemilik suara di Mugabe. Mereka akan memilih pada Rabu ini untuk putaran pertama. Hasil resmi akan rampung sekitar lima hari ke depan.

Yang menarik, di Zimbabwe tak ada jajak pendapat yang terbilang kredibel. Namun, poling pada Maret-April silam oleh Lembaga Survei William asal AS menunjukkan bahwa 61 persen dari 800 responden berniat memilih MDC. Lalu, ada 27 persennya yang bakal memberi suara pada partai Mugabe, ZANU-PF.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X