Kompas.com - 23/07/2013, 08:39 WIB
EditorEgidius Patnistik
Lebih dari 125 juta anak perempuan dan wanita pernah disunat melalui mutilasi, menurut badan dana anak PBB, Unicef. Praktik sunat dengan mutilasi ini dilakukan di sejumlah negara Afrika, Timur Tengah, serta Asia, dengan anggapan praktik ini dapat melindungi keperawanan perempuan.

Unicef menginginkan agar praktik female genital mutilation (FGM), sunat dengan mutilasi, ini diakhiri. "FGM adalah pelanggaran hak anak perempuan atas kesehatan, kesejahteraan dan hak untuk memutuskan," kata Geeta Rao Gupta, Wakil Direktur Unicef. "Apa yang jelas dari laporan ini adalah bahwa peraturan saja tidak cukup."

Data ini dianggap sebagai data yang paling lengkap. Unicef melakukan survei di 29 negara, sebagian besar di Afrika dan Timur Tengah.

Badan PBB ini mengatakan mayoritas orang yang ditanya menentang sunat perempuan, yang secara umum mengalami penurunan. Laporan Unicef ini diterbitkan di Washington DC.

Secara umum, terjadi penurunan terkait praktik sunat perempuan dengan mutilasi dibandingkan dengan sekitar 30 tahun lalu. "Tantangannya adalah bagaimana membuat anak perempuan, wanita, dan laki-laki menentang dengan keras bahwa mereka ingin praktik seperti ini dihentikan," kata Gupta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.