Kompas.com - 22/07/2013, 17:18 WIB
Seorang perempuan yang mengenakan jilbab, melintas di dekat polisi Perancis yang berjaga-jaga di kota Trappes setelah aksi unjuk rasa warga yang berujung kerusuhan. Perancis yang sekuler sejak 2011 melarang perempuan di negeri itu mengenakan kerudung, hijab, burka dan sejenisnya. MIGUEL MEDINA / AFPSeorang perempuan yang mengenakan jilbab, melintas di dekat polisi Perancis yang berjaga-jaga di kota Trappes setelah aksi unjuk rasa warga yang berujung kerusuhan. Perancis yang sekuler sejak 2011 melarang perempuan di negeri itu mengenakan kerudung, hijab, burka dan sejenisnya.
EditorErvan Hardoko
PARIS, KOMPAS.com — Menteri Dalam Negeri Perancis Manuel Valls, Senin (22/7/2013), menyatakan, Perancis tetap mempertahankan larangan penggunaan "burka" di tempat publik, meski baru saja terjadi kerusuhan terkait larangan ini.

Kerusuhan di kota Trappes, pinggiran Paris, akhir pekan lalu dipicu tindakan seorang polisi yang memeriksa seorang perempuan berburka, Jumat (19/7/2013).

Akibat insiden itu, beberapa ratus orang mengepung sebuah kantor polisi, bahkan beberapa dari mereka melempari polisi menggunakan batu, dan sebuah bangunan lain dibakar.

"Polisi melakukan tugasnya dengan baik," kata Valls kepada Radio RTL.

"Undang-undang yang melarang perempuan mengenakan burka di tempat umum tidak terkait tradisi dan norma-norma kita. Undang-undang ini harus diterapkan di mana saja," Valls menegaskan.

Perancis adalah negara Eropa dengan populasi Muslim terbesar, yaitu sekitar lima juta orang.

Menurut data Kementerian Dalam Negeri, perempuan Muslim yang mengenakan kerudung, hijab, atau burka hanya dalam kisaran 400 hingga 2.000 orang saja, dan sejauh ini hanya sedikit yang pernah dijatuhi hukuman denda.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Undang-undang kontroversial ini diusulkan pemerintahan Presiden Nicolas Sarkozy yang berasal dari kubu konservatif.

Undang-undang ini terutama mengincar perempuan pengguna burka yang menutup seluruh wajahnya, dan tidak untuk mereka yang mengenakan kerudung, tetapi masih menampilkan wajah.



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X