Kompas.com - 19/07/2013, 12:44 WIB
Para pemimpin PLO merasa tawaran yang diajukan AS tidak memberi jaminan atas garis batas Palestina. BBCPara pemimpin PLO merasa tawaran yang diajukan AS tidak memberi jaminan atas garis batas Palestina.
EditorEgidius Patnistik
Dialog dalam upaya untuk mengembalikan pembicaraan damai antara Palestina dengan Israel berakhir tanpa ada keputusan. Sejumlah pemimpin yang hadir dalam rapat dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dilaporkan merasa usulan yang diajukan AS untuk mengembalikan pembicaraan damai tidak memberi jaminan terkait batas negara berdasarkan garis sebelum gencatan senjata 1967.

Usulan upaya pembicaraan damai sebelumnya disampaikan Menteri Luar Negeri AS John Kerry saat berkunjung ke kawasan. Dalam sebuah keterangan, Departemen Luar Negeri AS menyatakan Kerry akan kembali bertemu dengan pemimpin Palestina dan Israel sebelum kembali ke AS Jumat (19/07).

Disebutkan bahwa perdebatan rencana pengembalian pembicaraan damai ini "layak dan memberi harapan". Gedung Putih kemudian mengatakan Presiden Barack Obama telah berbicara dengan PM Israel Benjamin Netanyahu melalui telepon, mendesaknya untuk kembali bernegosiasi dengan Palestina "secepatnya".

Bagaimanapun kunjungan Kerry kali ini sepertinya tidak akan menghasilkan terobosan baru.

"Saat ini tidak ada rencana untuk mengumumkan adanya negosiasi yang kembali berlangsung,'' kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Jen Psaki.

Kerry juga tidak memberikan informasi rinci terkait rencana pengembalian pembicaraan damai, yang terhenti hampir tiga tahun lalu. Tetapi, dia telah bertemu dengan Abbas di Yordania dua kali dalam dua hari terakhir.

Tawaran tidak mencukupi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan Liga Arab, usai pertemuan di Amman menyatakan dukungan atas usulan terbaru AS dengan mengatakan mereka akan ''menyediakan tempat dan lingkungan yang memungkinkan untuk memulai negosiasi.''

Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa Presiden Abbas yang berasal dari faksi Fatah dan sejumlah anggota senior Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) setuju untuk bertemu di Ramallah.

Tetapi sejumlah anggota komite pusat Fatah dilaporkan telah meminta adanya perubahan atas rencana AS ini. Dan kebanyakan pejabat yang hadir dalam pertemuan pimpinan PLO ''menggambarkan tawaran Kerry tidak cukup untuk mengembalikan pembicaraan dengan Israel," kata seorang pejabat PLO Qais Abdel-Karim kepada Reuters.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.