Aktivis Greenpeace Terobos Reaktor Nuklir Perancis

Kompas.com - 15/07/2013, 18:49 WIB
Micha Patault / GREENPEACE / AFP Sebuah gambar Presiden Perancis Francois Hollande disorotkan para aktivis Greenpeace sesaat sebelum menerobos masuk ke dalam reaktor nuklir Tricastin, di Perancis Selatan.
PARIS, KOMPAS.com — Kepolisian Perancis, Senin (15/7/2013), menahan 29 orang aktivis Greenpeace yang menyelinap ke dalam sebuah reaktor nuklir di Perancis selatan.

Ini adalah aksi terbaru kelompok pejuang lingkungan tersebut untuk menunjukkan betapa rapuhnya sistem keamanan di fasilitas-fasilitas nuklir.

Para aktivis Greenpeace berhasil menyelinap ke dalam reaktor nuklir Tricastin, sekitar 200 kilometer sebelah utara Marseille, pada Senin subuh. Demikian keterangan kepolisian.

Setelah berhasil menyelinap ke dalam kawasan reaktor, para aktivis ini membentangkan spanduk bertuliskan "Tricastin: Sebuah Bencana Nuklir" dan "Francois Hollande: Sang Presiden Bencana?".

Sebelum memasuki fasilitas nuklir itu, para aktivis menayangkan gambar situasi di dalam reaktor menggunakan proyektor. Salah satu gambar yang ditayangkan adalah adanya retakan di sepanjang struktur bangunan.

"Greenpeace ingin menunjukkan semua kelemahan pengamanan dalam memproduksi energi nuklir," kata juru bicara Greenpeace, Isabelle Philippe.

"Tricastin adalah salah satu reaktor nuklir berbahaya dan salah satu dari lima reaktor yang harus segera ditutup," lanjut Isabelle.

"Memasuki reaktor nuklir adalah hal termudah di dunia. Hanya membutuhkan waktu 20 menit dari pintu depan hingga ke atap bangunan," ujar Isabelle.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Perancis mengatakan, seluruh aktivis sudah ditahan. Membutuhkan waktu beberapa jam untuk menahan semua aktivis Greenpeace itu, setelah beberapa dari mereka merantai diri ke sejumlah struktur di dalam bangunan reaktor.

Para aktivis yang ditahan itu berkebangsaan Perancis, Italia, Romania, dan Spanyol.

"Para aktivis itu tidak bisa mengakses daerah reaktor yang paling sensitif seperti ruang komando," kata juru bicara Kemendagri Perancis, Pierre-Henry Brandet.

Pada Mei 2012, seorang aktivis Greenpeace memasuki wilayah reaktor nuklir Bugey di Perancis tenggara menggunakan gantole.

Sang aktivis terbang melintasi reaktor, melemparkan bom asap, dan berhasil mendarat di tengah kawasan reaktor sebelum ditangkap.

Pada Desember 2011, sembilan orang aktivis menyelinap ke dalam pembangkit nuklir Nogent-sur-Seine yang terletak 85 kilometer di sebelah tenggara Paris. Semua aktivis berhasil ditangkap.

Perancis sangat tergantung pada nuklir untuk pasokan energinya. Negeri itu memiliki 58 reaktor nuklir untuk menghasilkan 75 persen pasokan energi listrik.

Reaktor nuklir Tricastin mulai beroperasi pada 1980, dan tahun lalu menghasilkan 24 miliar kWh listrik yang bisa menyediakan energi untuk 3,5 juta orang.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorErvan Hardoko
Sumber
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Gedung Putih Tegaskan Turki Akan Dikeluarkan dari Program F-35

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

[POPULER INTERNASIONAL] Motif Pembunuhan Selebgram Bianca Devins | Mantan Raja Malaysia Diisukan Bercerai

Internasional
Gembong Narkoba Meksiko 'El Chapo' Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Gembong Narkoba Meksiko "El Chapo" Dijatuhi Penjara Seumur Hidup

Internasional
Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994

Internasional
LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

LSM Israel Ajukan Petisi Jual Kapal Tanker Iran yang Disita untuk Kompensasi Korban Hamas

Internasional
Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Laporkan Remaja yang Berciuman di Taman ke Polisi, Anggota Parlemen Bangladesh Dikecam

Internasional
Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Taliban Tutup Puluhan Fasilitas Kesehatan di Afghanistan

Internasional
Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Kamboja Bakal Pulangkan 1.600 Ton Sampah Plastik ke AS dan Kanada

Internasional
Dicekoki Alkohol oleh Kakeknya, Bayi Berusia 1 Bulan Tewas

Dicekoki Alkohol oleh Kakeknya, Bayi Berusia 1 Bulan Tewas

Internasional
Kisah Nor Diana, Remaja Putri asal Malaysia di Dunia Gulat Profesional

Kisah Nor Diana, Remaja Putri asal Malaysia di Dunia Gulat Profesional

Internasional
Gadis Ini Pakai Toga Wisuda di Pemakaman Sang Ibu

Gadis Ini Pakai Toga Wisuda di Pemakaman Sang Ibu

Internasional
Mantan Raja Malaysia Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia

Mantan Raja Malaysia Diisukan Ceraikan Eks Ratu Kecantikan Rusia

Internasional
Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Duterte: Saya Tidak Akan Diadili oleh Pengadilan Internasional

Internasional
Terlambat Naik Kereta Cepat, Penumpang Wanita Ini Lakukan Aksi Berbahaya

Terlambat Naik Kereta Cepat, Penumpang Wanita Ini Lakukan Aksi Berbahaya

Internasional
Terungkap, Inilah Alasan Mengapa Selebgram Bianca Devins Dibunuh

Terungkap, Inilah Alasan Mengapa Selebgram Bianca Devins Dibunuh

Internasional
Close Ads X