Istri Pangeran Saudi Didakwa Terlibat Perdagangan Manusia

Kompas.com - 11/07/2013, 17:30 WIB
AP Photo/Irvine Police Department Meshael Alayban (42), istri salah seorang pangeran Arab Saudi ini dituduh terlibat perdagangan manusia. Meshael kini ditahan kepolisian Orange County, California, AS.
LOS ANGELES, KOMPAS.com — Jaksa penuntut di California Selatan, Rabu (10/7/2013), mendakwa seorang putri Arab Saudi terlibat dalam perdagangan manusia.

Selain itu, Meshael Alayban (42), nama sang putri itu, juga didakwa membawa seorang warga Kenya ke Amerika Serikat, menyekap dan memaksanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Perempuan Kenya, yang tak disebutkan identitasnya itu, dibawa ke AS pada Mei lalu dan mendapat upah 220 dollar AS atau sekitar Rp 2 juta sebulan. Namun, Meshael menahan paspor dan menyekap perempuan Kenya itu di kediamannya di sebuah kompleks apartemen di Irvine, California.

Kantor Kejaksaan Orange County dalam pernyataan resminya menjelaskan, perempuan Kenya itu kemudian diharuskan melakukan semua pekerjaan rumah, seperti mencuci piring, memasak, membersihkan rumah, serta mencuci dan menyetrika pakaian, tanpa libur satu hari pun.


Aparat keamanan setempat menambahkan, mereka juga menemukan empat perempuan Filipina yang senasib dengan perempuan Kenya itu. Meshael juga menahan paspor empat warga Filipina tadi. Polisi kini tengah menyelidiki keterlibatan orang lain dalam dugaan perdagangan manusia tersebut.

Polisi menangkap Meshael Alayban di kediamannya pada Rabu pagi, setelah perempuan Kenya itu berhasil kabur dan meminta tolong kepada seorang pengemudi bus.

"Hukum Amerika Serikat dan California tidak memberi toleransi kepada orang-orang yang merampas kebebasan orang lain dan memaksa mereka melakukan pekerjaan," kata Jaksa Wilayah Orange County Tony Rackauckas.

Satu-satunya kesempatan perempuan Kenya itu keluar dari apartemen keluarga Alayban adalah saat dia diminta membawakan tas keluarga itu ketika mereka tengah bepergian, demikian Rackauckas.

Pada awalnya, keluarga Alayban mempekerjakan perempuan Kenya itu sebagai pembantu rumah tangga pada Maret 2012 di salah satu kediamannya di Arab Saudi.

Meshael Alayban kini didakwa menahan paspor perempuan itu dan memaksa dia untuk bekerja selama 16 jam setiap hari tanpa libur.

Kejaksaan Orange County menambahkan, perempuan Kenya itu sebelumnya menandatangani kontrak kerja dua tahun dengan sebuah agen yang menjanjikannya gaji 1.600 dollar AS, bekerja delapan jam sehari, dengan dua hari libur di akhir pekan.

Meshael Alayban adalah istri dari Pangeran Abdulrahman bin Nasser bin Abdulaziz al Saud. Demikian keterangan Kejaksaan Orange County.

Meshael Alayban hadir dalam sidang di Pengadilan Orange County di hari yang sama dan kini ditahan di sebuah penjara perempuan, menurut informasi dari Kantor Sheriff Orange County.

Jika tuduhan perdagangan manusia ini terbukti, maka Alayban bisa dijatuhi hukuman penjara maksimal 12 tahun.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorErvan Hardoko
SumberGulf News
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Internasional
Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Internasional
Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Close Ads X