Setelah Sempat Ditutup, Televisi Yunani Kembali Mengudara

Kompas.com - 10/07/2013, 21:18 WIB
Seorang penyiar dan teknisi stasiun televisi Yunani ERT tengah bersiap untuk menjalankan tugasnya. Setelah sempat ditutup 11 Juni lalu dengan alasan penghematan anggaran, ERT akan kembali mengudara pada Kamis (11/7/2013). LOUISA GOULIAMAKI / AFP.Seorang penyiar dan teknisi stasiun televisi Yunani ERT tengah bersiap untuk menjalankan tugasnya. Setelah sempat ditutup 11 Juni lalu dengan alasan penghematan anggaran, ERT akan kembali mengudara pada Kamis (11/7/2013).
EditorErvan Hardoko
ATHENA, KOMPAS.com — Stasiun televisi publik Yunani ERT akan kembali mengudara Kamis (11/7/2013) pagi waktu setempat. ERT akan mengudara kembali tepat sebulan ketika Pemerintah Yunani menutup lembaga penyiaran ini dengan alasan penghematan anggaran.

"Siaran ERT akan dimulai kembali malam ini (Rabu) atau besok pagi. Siarannya akan didominasi dokumenter dan sejumlah berita," kata Pantelis Kapsis, wakil menteri yang bertanggung jawab atas lembaga penyiaran publik.

Pada 11 Juni lalu, tanpa diduga, Pemerintah Yunani menutup ERT yang mempekerjakan lebih dari 2.600 orang. Penutupan ERT ini mengejutkan rakyat Yunani dan hampir saja menjatuhkan pemerintahan negeri itu.

Pada Rabu (10/7/2013), di layar televisi sudah kembali muncul lambang ERT dengan sebuah bola dunia dan kibaran bendera di saluran yang dulu ditempati ERT.

Pemerintah Yunani merencanakan siaran sementara selama dua bulan sebelum kembali mempekerjakan staf baru pada musim gugur nanti.

"Akan ada pemanggilan para jurnalis untuk bekerja lagi bersama kami," kata Kapsis.

Sebulan lalu, Pemerintah Yunani menganggap ERT sangat tidak efisien dari sisi biaya dan menghabiskan anggaran hingga 385 juta dolar AS per tahun.

Namun, para pegawai ERT menolak keputusan itu dan menguasai studio ERT di sebelah utara Athena dan tetap melakukan siaran ilegal sejak 11 Juni dengan bantuan Persatuan Lembaga Penyiaran Eropa.

Pengadilan Administrasi Yunani kemudian membatalkan keputusan pemerintah itu karena menilai pemerintah masih membutuhkan sebuah lembaga penyiaran publik.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X