Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/07/2013, 05:21 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani
KAIRO, MESIR — Aksi kekerasan semakin mengancam Mesir, menyusul militer menembak mati setidaknya 51 orang dan melukai 435 lainnya dari kubu pendukung Presiden terguling Mesir Muhammad Mursi, Senin (8/7/2013). Ikhwanul Muslimin menyebut insiden ini sebagai pembantaian, tetapi militer berkilah semua berawal dari "serbuan" pendukung mursi ke Markas Garda Republik.

Ikhwanul Muslimin menyatakan serangan militer dilakukan ketika para pendukung Mursi sedang beribadah pagi. Namun, militer bersikukuh insiden terjadi karena "sekelompok teroris" berusaha menyerbu gedung yang diduga menjadi tempat penahanan Mursi itu.

Presiden interim Mesir mengumumkan penyelidikan hukum atas pembunuhan tersebut. Namun, langkah tersebut tak bisa menenangkan kemarahan massa yang berkumpul hingga malam di masjid Rabaa al-Adwiya.

Sheikh Ahmed el Tayeb, kepala masjid al-Azhar, dan ulama Muslim senior negara itu, memperingatkan bahaya "perang saudara" dan mengatakan ia pergi ke pengasingan sampai kekerasan berakhir dan rekonsiliasi dimulai.

Korban luka mendeskripsikan bagaimana peristiwa penembakan dimulai pada waktu ratusan ribu orang menghadiri unjuk rasa saingan dan melawan Mursi di seluruh negeri. "Ada shalat subuh dan kemudian aku mendengar seseorang memanggil bantuan," kata Mohamed Saber el-Sebaei, seorang warga, kepada Guardian.

"Tepat sebelum kami selesai (shalat), tembakan dimulai. Unit tentara yang berdiri di depan markas Garda Republik mulai menembak gas air mata, menyusul peluru tajam di atas kepala orang," kata el-Sebai. Sesudahnya, lanjut dia, kendaraan baja telah mengelilingi masjid itu, dengan tentara bersenapan menembakkan senapan mereka langsung ke arah para pendukung Mursi.

Serangan ini telah terkonfirmasi juga menewaskan perempuan dan anak-anak di masjid tersebut. Seorang dokter mengaku telah merawat korban yang ia sebut sebagai "yang terburuk" yang pernah di lihat sepanjang hidupnya.

Militer mengatakan "kelompok teroris bersenjata" telah mencoba untuk masuk ke kompleks dan pasukan keamanan menyerang. Dua polisi dan seorang perwira tentara tewas, dengan 40 yang lain terluka. Militer menyatakan menangkap sedikitnya 200 orang yang mereka katakan mempersenjatai diri dengan sejumlah senjata api, amunisi, dan bom molotov.

Namun, banyak pertanyaan tak terjawab menyikapi klaim militer tersebut. Dari rekaman insiden itu terlihat jelas lebih banyak orang yang lari ke blok menara di dekat lokasi "pembantaian", termasuk anak-anak.

Heba Morayef dari Human Rights Watch menulis di akun Twitter, "Terlepas dari apa yang memulai kekerasan ... militer dan polisi memiliki tanggung jawab untuk menahan diri dan tidak menggunakan kekerasan berlebihan dan mematikan."

Mursi, yang terpilih dalam pemilu tahun lalu, digulingkan oleh militer Mesir pada Rabu (3/7/2013) setelah protes massa yang dipimpin oleh gerakan Tamarod (Pemberontakan). Hakim Adly Mansour, kepala mahkamah konstitusi tinggi, menggantikan dia sebagai presiden sementara.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


    Rekomendasi untuk anda
    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.