Kompas.com - 09/07/2013, 05:21 WIB
Salah satu korban penembakan militer Mesir pada pendukung Presiden terguling Mesir Muhammad Mursi, Senin (8/7/2013). Serangan militer dilakukan ketika para pendukung Mursi sedang menegakkan shalat subuh di masjid Rabaa al Adwiya. Setidaknya 51 tewas dan 352 terluka, termasuk perempuan dan anak-anak. AFP/MAHMOUD KHALED Salah satu korban penembakan militer Mesir pada pendukung Presiden terguling Mesir Muhammad Mursi, Senin (8/7/2013). Serangan militer dilakukan ketika para pendukung Mursi sedang menegakkan shalat subuh di masjid Rabaa al Adwiya. Setidaknya 51 tewas dan 352 terluka, termasuk perempuan dan anak-anak. AFP/MAHMOUD KHALED
|
EditorPalupi Annisa Auliani
KAIRO, MESIR — Aksi kekerasan semakin mengancam Mesir, menyusul militer menembak mati setidaknya 51 orang dan melukai 435 lainnya dari kubu pendukung Presiden terguling Mesir Muhammad Mursi, Senin (8/7/2013). Ikhwanul Muslimin menyebut insiden ini sebagai pembantaian, tetapi militer berkilah semua berawal dari "serbuan" pendukung mursi ke Markas Garda Republik.

Ikhwanul Muslimin menyatakan serangan militer dilakukan ketika para pendukung Mursi sedang beribadah pagi. Namun, militer bersikukuh insiden terjadi karena "sekelompok teroris" berusaha menyerbu gedung yang diduga menjadi tempat penahanan Mursi itu.

Presiden interim Mesir mengumumkan penyelidikan hukum atas pembunuhan tersebut. Namun, langkah tersebut tak bisa menenangkan kemarahan massa yang berkumpul hingga malam di masjid Rabaa al-Adwiya.

Sheikh Ahmed el Tayeb, kepala masjid al-Azhar, dan ulama Muslim senior negara itu, memperingatkan bahaya "perang saudara" dan mengatakan ia pergi ke pengasingan sampai kekerasan berakhir dan rekonsiliasi dimulai.

Korban luka mendeskripsikan bagaimana peristiwa penembakan dimulai pada waktu ratusan ribu orang menghadiri unjuk rasa saingan dan melawan Mursi di seluruh negeri. "Ada shalat subuh dan kemudian aku mendengar seseorang memanggil bantuan," kata Mohamed Saber el-Sebaei, seorang warga, kepada Guardian.

"Tepat sebelum kami selesai (shalat), tembakan dimulai. Unit tentara yang berdiri di depan markas Garda Republik mulai menembak gas air mata, menyusul peluru tajam di atas kepala orang," kata el-Sebai. Sesudahnya, lanjut dia, kendaraan baja telah mengelilingi masjid itu, dengan tentara bersenapan menembakkan senapan mereka langsung ke arah para pendukung Mursi.

Serangan ini telah terkonfirmasi juga menewaskan perempuan dan anak-anak di masjid tersebut. Seorang dokter mengaku telah merawat korban yang ia sebut sebagai "yang terburuk" yang pernah di lihat sepanjang hidupnya.

Militer mengatakan "kelompok teroris bersenjata" telah mencoba untuk masuk ke kompleks dan pasukan keamanan menyerang. Dua polisi dan seorang perwira tentara tewas, dengan 40 yang lain terluka. Militer menyatakan menangkap sedikitnya 200 orang yang mereka katakan mempersenjatai diri dengan sejumlah senjata api, amunisi, dan bom molotov.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, banyak pertanyaan tak terjawab menyikapi klaim militer tersebut. Dari rekaman insiden itu terlihat jelas lebih banyak orang yang lari ke blok menara di dekat lokasi "pembantaian", termasuk anak-anak.

Heba Morayef dari Human Rights Watch menulis di akun Twitter, "Terlepas dari apa yang memulai kekerasan ... militer dan polisi memiliki tanggung jawab untuk menahan diri dan tidak menggunakan kekerasan berlebihan dan mematikan."

Mursi, yang terpilih dalam pemilu tahun lalu, digulingkan oleh militer Mesir pada Rabu (3/7/2013) setelah protes massa yang dipimpin oleh gerakan Tamarod (Pemberontakan). Hakim Adly Mansour, kepala mahkamah konstitusi tinggi, menggantikan dia sebagai presiden sementara.

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kearifan Pilar Singa Ashoka

    Kearifan Pilar Singa Ashoka

    Internasional
    Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

    Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

    Internasional
    Amerika Meniru Indonesia?

    Amerika Meniru Indonesia?

    Internasional
    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Internasional
    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Internasional
    Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

    Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

    Internasional
    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Internasional
    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Internasional
    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Internasional
    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Internasional
    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    Internasional
    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Internasional
    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Internasional
    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Internasional
    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.