Kroasia Jadi Anggota Uni Eropa - Kompas.com

Kroasia Jadi Anggota Uni Eropa

Kompas.com - 01/07/2013, 08:03 WIB
Uni Eropa Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Julian Wilson (kiri) dan Duta Besar Kroasia untuk Indonesia, Zeljko Cimbur (kanan) meletakkan bendera Kroasia berdampingan dengan bendera 27 negara anggota UE lainnya.
JAKARTA, KOMPAS.COM — Republik Kroasia menjadi anggota baru Uni Eropa (UE) per Senin (1/7/2013) ini. Dengan masuknya Krosia maka UE kini beranggota 28 negara dan jumlah penduduk UE naik menjadi 507 juta jiwa setelah mendapat tambahan 4,3 juta penduduk negara Balkan yang terletak di dekat Laut Adriatik itu.

Untuk menandai peristiwa tersebut, berbagai perayaan digelar di Kroasia dan di Eropa bahkan di perwakilan EU di seluruh dunia. Di Jakarta misalnya, berdasarkan siaran pers UE yang diterima Kompas.com, bergabungnya Kroasia dengan UE juga dirayakan dengan pertukaran bendera antara Duta Besar Kroasia dan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia. Bendera Kroasia dikibarkan di delegasi UE berdampingan dengan bendera 27 negara anggota UE lainnya. Bendera UE akan dikibarkan di Kedutaan Besar Kroasia bersama bendera Kroasia.

"Tanggal 1 Juli 2013 membawa babak baru dalam sejarah Kroasia,” kata Zeljko Cimbur, Duta Besar Kroasia untuk Indonesia, dalam siaran pers itu. "Ini merupakan momen bersejarah bagi negara dan masyarakat Kroasia, karena kami menyaksikan terwujudnya aspirasi jangka panjang kami untuk menjadi anggota UE. Keanggotaan Kroasia tersebut merupakan keberhasilan kebijakan perluasan UE,” tuturnya.

Sementara Julian Wilson, duta besar UE untuk Indonesia, mengatakan, "Bergabungnya Kroasia akan memperkuat Eropa dalam menghadapi tantangan global. Perluasan UE membawa manfaat bagi negara-negara anggota bukan hanya karena menjadikan UE pemain yang lebih besar di kancah dunia, tetapi juga karena memberikan kontribusi terhadap perdamaian, keamanan, dan kemakmuran jangka panjang di seluruh benua Eropa. Ini merupakan proses yang sama-sama menguntungkan baik bagi Kroasia maupun bagi negara-negara anggota lainnya.”

Kroasia mengajukan permohonan menjadi anggota UE tahun 2003, dan memulai perundingan resmi untuk mendapat persetujuan tahun 2005. Desember 2011, para pemimpin UE dan Kroasia menandatangani perjanjian tentang persetujuan itu.

Kroasia merupakan negara kedua dari pecahan Yugoslavia yang bergabung dalam UE, setelah Slovenia yang masuk UE tahun 2004.

Dengan menjadi anggota UE, Kroasia tidak hanya turut menikmati manfaat dari keanggotaan UE, tetapi juga turut memikul tanggung jawab yang menyertai keanggotaannya. April lalu, warga Kroasia berpartisipasi untuk pertama kalinya dalam pemilihan Parlemen Eropa guna menentukan 12 anggota yang akan mewakili negara tersebut. Kroasia juga telah menunjuk Komisioner UE, dan akan mengambil peran yang setara dalam pengambilan keputusan dengan 27 negara anggota UE lainnya.

Untuk menjadi anggota UE, suatu negara harus punya demokrasi yang stabil yang menjamin supremasi hukum, hak asasi manusia serta perlindungan terhadap kaum minoritas. Negara tersebut juga harus memiliki ekonomi pasar yang berfungsi serta administrasi publik yang mampu menerapkan dan menjalankan undang-undang UE.

UE awal diprakarsai enam negara, yaitu Belgia, Jerman, Perancis, Italia, Luksemburg dan Belanda. Sejak itu, UE berkembang menjadi 28 negara anggota melalui serangkaian perluasan. Denmark, Irlandia dan Inggris Raya bergabung tahun 1973, Yunani tahun 1981, Spanyol dan Portugal tahun 1986. UE Eropa semakin berkembang tahun 1995 dengan bergabungnya Austria, Finlandia dan Swedia.

Bergabungnya Kroasia dalam UE mengikuti jejak sejumlah negara Eropa tengah dan timur, yaitu Bulgaria dan Romania tahun 2007; serta Siprus, Republik Ceko, Estonia, Hongaria, Latvia, Lituania, Malta, Polandia, Slowakia, dan Slovenia tahun 2004.

Masih ada beberapa negara yang menunggu untuk menjadi anggota. Islandia, Republik Makedonia bekas Yugoslavia, Montenegro, Serbia, dan Turki merupakan calon anggota UE.


EditorEgidius Patnistik

Terkini Lainnya

Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

Nasional
Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

Nasional
Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

Regional
'Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia'

"Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia"

Nasional
Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

Nasional
Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

Nasional
Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

Internasional
Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

Regional
KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

Nasional
Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

Regional
Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

Regional
Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

Regional
Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

Internasional
Tiba di Surabaya dari Papua, Ini Agenda Kunjungan Kerja Jokowi Senin Besok

Tiba di Surabaya dari Papua, Ini Agenda Kunjungan Kerja Jokowi Senin Besok

Nasional
3 Fakta Unik Harimau Sumatera 'Atan Bintang', Disebut Pintar hingga Sulit Dievakuasi

3 Fakta Unik Harimau Sumatera 'Atan Bintang', Disebut Pintar hingga Sulit Dievakuasi

Regional

Close Ads X