Kursi Kosong di Pesawat dan Misteri Keberadaan Snowden

Kompas.com - 25/06/2013, 15:17 WIB
Sebuah foto yang diambil di dalam kabin pesawat Aeroflot yang terbang dari bandara Moscow Sheremetyevo di Moskwa ke Havana pada tanggal 24 Juni 2013, yang memperlihatkan kursi nomor 17A di dekat jendela dalam kondisi kosong. Kursi itu, menurut data penerbangan pihak Aeroflot, seharusnya menjadi tempat duduk buron pembocor rahasia intelijen AS, Edward Snowden, dan asisten hukumnya, Sarah Harrison. AFP PHOTO/ KIRILL KUDRYAVTSEVSebuah foto yang diambil di dalam kabin pesawat Aeroflot yang terbang dari bandara Moscow Sheremetyevo di Moskwa ke Havana pada tanggal 24 Juni 2013, yang memperlihatkan kursi nomor 17A di dekat jendela dalam kondisi kosong. Kursi itu, menurut data penerbangan pihak Aeroflot, seharusnya menjadi tempat duduk buron pembocor rahasia intelijen AS, Edward Snowden, dan asisten hukumnya, Sarah Harrison.
EditorEgidius Patnistik
HAVANA, KOMPAS.com — Dalam penerbangan Aeroflot selama 12 jam dari Moskwa ke Havana, kursi dekat jendela bernomor 17A itu tetap kosong, menunggu seorang penumpang yang tidak pernah muncul. Itulah kursi yang menurut catatan penerbangan Aeroflot merupakan tempat duduk buronan pembocor rahasia intelijen AS, Edward Snowden, yang seharusnya ada dalam penerbangan itu untuk meminta suaka di Amerika Selatan.

Namun, seperti sebuah kejutan tak terduga film thriller mata-mata Hollywood, tokoh protagonis utama itu tidak pernah muncul dan para pemain figuran, yaitu puluhan wartawan, berkemas ke dalam pesawat hanya untuk mengejar bayangan. Akhirnya, para wartawan itu melakukan perjalanan ke sisi lain dunia hanya menyadari bahwa mereka tetap tidak tahu di bumi sebelah mana Edward Snowden sesungguhnya berada.

"Saya punya perasaan bahwa kita semua berpartisipasi dalam sebuah konspirasi mata-mata monumental," kata Olga Denisova, wartawan radio Suara Rusia. "Fakta bahwa kita tidak melihat dia selama dua hari berarti dia mendapat beberapa dukungan yang baik."

Setelah tiba dari Hongkong hari Minggu (23/6/2013), Snowden dan asisten hukumnya, Sarah Harrison, check in di Aeroflot SU 150 dari Moskwa ke Havana untuk penerbangan hari Senin. Demikian catatan Aeroflot yang peroleh kantor berita AFP.

Snowden diberi tempat duduk di 17 A dan Harrison di 17 C. Namun, saat boarding selesai dan panggilan terakhir dilakukan, pasangan itu tetap tidak muncul. Ketika pintu Airbus 330 tertutup rapat, belasan wartawan, yang telah membeli tiket pergi-pulang seharga 2.000 dollar AS dalam sebuah perebutan gila-gilaan untuk bisa naik pesawat bersama Snowden itu, akhirnya menyadari bahwa mereka akan melakukan perjalanan selama 12 jam ke Kuba tanpa dia.

Para penumpang penerbangan ke Kuba itu naik pesawat di tengah penjagaan keamanan ekstra ketat, tetapi kebanyakan wisatawan biasa tampaknya tidak menyadari drama spionase yang sedang berlangsung di depan mereka.

Snowden diharapkan menjadi penumpang terakhir yang naik ke pesawat. Beberapa wartawan laksana elang mengawasi pintu masuk utama. Mereka mengabaikan permohonan para kru untuk segera duduk dikursi masing-masing dan tidak berkerumun di pintu masuk.

"Kami menunggu lebih dari tujuh penumpang," kata awak kabin. Beberapa menit kemudian jumlah itu berkurang jadi tiga. Akhirnya, semua penumpang berada pesawat, tetapi Snowden tidak ada di antara mereka.

"Kita tertipu"

Tak mau menyerah, beberapa wartawan berspekulasi bahwa Snowden mungkin telah naik pesawat melalui pintu masuk yang lain yang langsung dari tarmac, sementara yang lain menduga ia telah bersembunyi di kokpit.

Halaman:
Baca tentang


    Sumber
    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kearifan Pilar Singa Ashoka

    Kearifan Pilar Singa Ashoka

    Internasional
    Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

    Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

    Internasional
    Amerika Meniru Indonesia?

    Amerika Meniru Indonesia?

    Internasional
    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Internasional
    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Internasional
    Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

    Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

    Internasional
    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Internasional
    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Internasional
    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Internasional
    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Internasional
    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    Internasional
    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Internasional
    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Internasional
    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Internasional
    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X