Salin Artikel

Trump Ancam Tutup Perbatasan AS dengan Meksiko Pekan Depan

Dalam kicauannya di Twitter seperti dikutip AFP Jumat (29/3/2019), Trump mengungkapkan batas waktu terkait salah satu perbatasan tersibuk di dunia itu.

"Jika Meksiko tidak segera mencegah migran ilegal yang masuk dari perbatasan selatan, saya bakal menutup sebagian besar atau mungkin seluruhnya pekan depan," kata Trump.

Presiden ke-45 itu melanjutkan, seharusnya Meksiko bisa menangkal imigran ilegal dengan mudah. "Namun, mereka hanya mau uang kami," katanya.

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador saat menyapa pendukungnya di Poza Rica mengatakan dirinya tidak ingin dibenturkan dengan Trump.

"Donald Trump punya caranya sendiri melihat sesuatu. Saya ingin menegaskan kami tidak ingin bertengkar dengan AS. Damai dan cinta," tutur Obrador.

Namun, presiden sayap kiri itu mengatakan, orang-orang di kawasan Amerika Tengah hanya sekadar mencari nafkah. Jadi migrasi seharusnya tidak perlu dikecam.

Sebelumnya, Obrador menegaskan negeri "Sombrero" itu justru telah menerapkan kebijakan demi menghentikan banjir migran ilegal di perbatasan selatan.

"Segala pembicaraan tentang karavan migran dan sebagainya itu berhubungan dengan politik AS. Makanya, saya katakan kami tidak perlu terlalu menanggapinya," katanya.

Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard menjawab kicauan Trump dengan menyatakan negaranya tidak akan bertindak hanya berdasarkan ancaman.

"Kami adalah negara tetangga yang hebat. Tanya saja 1,5 juta warga AS yang memilih menyebut Meksiko sebagai 'rumah'," kata Ebrard dengan yakin.

Sejak dilantik pada Desember 2018, Obrador berupaya mengembangkan hubungan baik dengan Trump. Usaha yang nyaris berhasil hingga pekan ini, yakni ketika presiden berusia 72 tahun tersebut mulai melontarkan kembali isu perbatasan dalam persiapannya kembali mencalonkan diri pada 2020.

Obrador ingin Washington menyuntikkan dana 10 miliar dollar AS, sekitar Rp 142,2 triliun, guna memerangi kemiskinan yang dianggap akar imigran ilegal itu.

Gedung Putih pun mendengarkan dengan mengirim penasihat sekaligus menantu Trump Jared Kushner ke Mexico City untuk berdiskusi dengan Obrador.

Namun, Trump memilih kembali kepada kampanye klasik itu. Saat berpidato di Michigan Kamis (28/3/2019), dia mengancam bakal menutup perbatasan.

Penutupan itu bakal dia lakukan jika saja Meksiko tidak memberikan langkah konkret dalam menanggulangi gelombang migran ilegal yang memasuki AS.

Obrador pun menanggapi dengan candaan. "Kalian ingin saya merespons dia? Lihat orang-orang ini, sangat bijaksana," kata presiden berusia 65 tahun tersebut.

https://internasional.kompas.com/read/2019/03/30/12345301/trump-ancam-tutup-perbatasan-as-dengan-meksiko-pekan-depan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.