Salin Artikel

Beijing Janji Pulihkan Terumbu Karang yang Rusak Akibat Pulau Buatan di Laut China Selatan

Pernyataan yang disampaikan Kementerian Sumber Daya Alam China tersebut menjawab kekhawatiran yang muncul dari proyek reklamasi yang telah merusak lingkungan.

"Fasilitas untuk melindungi dan memulihkan terumbu karang telah dipasang di Fiery Cross, Subi, dan Mischief Reef, tiga pulau terbesar di antara tujuh pulau buatan China dalam grup Sprarly. Operasi telah dimulai pada awal tahun," kata kementerian itu, dilansir SCMP, Rabu (2/1/2019).

Pada Selasa (1/1/2019), laman resmi kementerian telah mengumumkan survei untuk mengidentifikasi lebih banyak wilayah karang yang akan dilindungi dan dipulihkan melalui pendekatan "pemulihan alami".

Terumbu karang akan dibiarkan untuk memulihkan diri secara alami dengan dibantu metode dan teknik buatan yang dikembangkan secara khusus untuk Kepulauan Spratlys.

Kementerian Sumber Daya Alam mengatakan, perlindungan dan pemulihan ekologi adalah sebuah misi untuk melindungi sistem ekologi karang dan memastikan keamanan ekologi di Kepulauan Spratlys dan seluruh Laut China Selatan.

Pada Juli 2016, pengadilan internasional telah memutuskan bahwa reklamasi dan pembangunan pulau buatan oleh China di Laut China Selatan telah menyebabkan kerusakan parah pada lingkungan terumbu karang.

"China telah melanggar kewajibannya untuk melestarikan dan melindungi ekosistem yang rapuh dan habitat yang terancam dan hampir punah, serta menimbulkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki terhadap lingkungan laut," kata pernyataan pengadilan.

Beijing telah menolak keputusan tersebut dan bersikeras bahwa pembangunan reklamasi Kepulauan Spratlys adalah proyek hijau yang memperhatikan alam.

China menjalankan proyek reklamasi pulau di Spratlys antara 2013 dan 2016 dengan memperluas wilayah karang dan bebatuan menjadi pulau seluas 558 hektare.

Pulau-pulau buatan yang berada di Laut China Selatan tersebut ada di wilayah yang masih disengketakan oleh Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei, dan Taiwan.

Pada 2015, Badan Kelautan Negara China mengatakan, pekerjaan konstruksi pulau tidak mengubah kesehatan ekosistem Kepulauan Spralys. Meski demikian, mereka tetap menyarankan dilakukannya penanaman, perbaikan dan transplantasi karang usai pekerjaan konstruksi usai.

Beijing juga mengklaim pada 2015 dan 2016 bahwa ekologi karang telah rusak oleh “penyebab alami dan penangkapan ikan yang berlebihan” jauh sebelum proyek konstruksi dimulai.

https://internasional.kompas.com/read/2019/01/03/16112641/beijing-janji-pulihkan-terumbu-karang-yang-rusak-akibat-pulau-buatan-di

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.